Waspadai Virus Antraks Hewan Kurban

Bima (Suara NTB) – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Bima, meminta masyarakat agar mewaspadai dan selektif memilih hewan yang akan dijadikan kurban. Salah satunya terbebas dari penyakit virus antraks.

“Kami meminta hewan yang dijadikan kurban harus diseleksi. Salahsatunya bebas dari virus antraks,” ucap Kepala Disnak Kabupaten Bima, Ir. Baharuddin kepada Suara NTB, Kamis, 8 September 2016.

Virus antraks menurut Baharuddin, sangat rawan menyerang hewan ternak, seperti Sapi, Kambing dan Kerbau. Virus itu, diakuinya memiliki karak¬ter sebagai virus yang berbahaya dan cepat menyebar ke hewan lain di sekitar.

“Meski virus ini tidak mematikan dalam waktu cepat. Tapi akan mempengaruhi kesehatan hingga berujung kematian,” katanya.

Dijelaskan, virus antraks memiliki ciri-ciri yang dapat diketahui untuk diantisipasi awal. Salahsatunya pada hewan itu akan mengluarkan darah dari lubang hidung atau lubang lain. Selain itu, hewan mengalami sesak napas.

“Kejang-kejang pada hewan juga perlu diwaspadai. Bisa saja terkena virus antraks,” jelasnya.

Baharudin menegaskan, untuk memantau hewan bebas dari virus itu. Pihaknya telah membentuk tim yang saat ini sedang bekerja di masing-masing desa di seluruh Kabupaten Bima. Sejauh ini belum ada temuan virus tersebut pada hewan yang akan dijadikan kurban.

“Kita sudah pastikan semua hewan kurban sehat. Tim ini akan bekerja memeriksa hewan dan daging kurban sebelum disembelih hingga dikonsumsi oleh masyarakat,” tuturnya.

Kendati demikian, Baharuddin berharap masyarakat yang membeli atau menjual hewan kurban harus melihat kondisi hewan. Jika ada hewan yang mengalami masalah seperti itu sebaiknya dibatalkan untuk dikurbankan.

“Kami tetap akan melakukan pemantauan dan juga mengeluarkan imbauan,” pungkasnya. (uki)