70 Titik Penjualan Hewan Kurban Disisir

Mataram (suarantb.com) – Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban sepekan menjelang hari raya Idul Adha. Ada sekitar 65 sampai 70 titik penjualan hewan kurban disisir seperti di Jempong, Pagutan, Ampenan dan tempat-tempat lainnya dalam sepekan ke depan.

Kepala Bidang Petenakan Dinas PKP Kota Mataram, drh. H. Diyan Riyatmoko mengatakan tim pemeriksa hewan kurban terbentuk sejak sepekan lalu dan mulai melakukan pemeriksaan keliling dari Senin, 5 September 2016. Pekan ini tim pemeriksa hewan kurban memusatkan pemeriksaan di tempat penjualan ternak.

“Dua atau tiga hari sebelum hari H baru kita ke tempat-temat pemotongan,” ujarnya, Senin, 5 September 2016.

Dalam pemeriksaan, tim memeriksa kondisi kesehatan hewan dan melihat apakah hewan mengidap penyakit tertentu atau sehat. Diyan juga menyarankan pada para penjual hewan kurban agar memperhatikan lokasi berjualan dimana harus mengedepankan kenyamanan bagi hewan.

“Tempat penjualan tidak terlalu panas, tidak dijemur, kalau menggunakan tenda harus gunakan tenda dengan benar, dan jangan berada di bongkaran-bongkaran bangunan,” sarannya. Kenyamanan tempat penjualan sangat berpengaruh pada kesehatan hewan.

Pedagang hewan kurban juga diimbau menangani sendiri masalah kesehatan hewan yang sifatnya tak terlalu berat seperti sakit mata dan influenza. Jika ada hewan yang mengidap sakit mata maka bisa langsung diberikan obat tetes mata. Dinas PKP juga menyediakan obat gratis kepada pedagang hewan sebagai persediaan dan antisipasi. Pemberian obat yang dilakukan kepada hewan kurban juga harus memperhatikan efek residu dari obat tersebut.

“Misal pemberian antibiotik, itu seminggu kemudian masih ada residu. Jadi menjelang dipotong, kita tidak memberikan antibiotik walaupun sakit, karena efeknya nanti ke daging” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan belum ditemukan hewan kurban yang menderita penyakit parah. Dari satu lokasi yang telah diperiksa di daerah Majeluk, penjualan kambing milik Suradi, ditemui dua ekor kambing yang mengidap sakit mata dan sekitar tiga ekor kambing mengidap influenza ringan. Namun penyakit kambing yang dipasok dari Lombok Timur dan Lombok Tengah tersebut telah diberi penanganan oleh pedagang. (rdi)