Pemerintah Diminta Buat Regulasi Tarif Berobat Bagi Warga Non KSB

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diminta segera membuat regulasi tarif pelayanan berobat bagi pasien non (bukan) warga KSB. Hal ini dinilai penting, pasalnya petugas di fasilitas kesehatan pemerintah kebingungan memberlakukan tarif karena tidak ada aturan yang memayunginya.

Anggota DPRD KSB dari Dapil III, Abidin Nasar, SP., MPM mengatakan, kebingungan ini terutama dirasakan petugas Puskesmas di kecamatan Maluk dan Sekongkang. Di dua kecamatan ini tingkat kunjungan berobat pasien non warga sangat tinggi. Namun petugas kesulitan menarik biaya pengobatan sebab tidak ada satu pun aturan yang membolehkannya. “Ini yang disampaikan mereka (petugas Puskesmas). Mereka mau tarik biaya berobat bagi pasien non warga, tapi aturannya apa,” sebutnya.

Selama ini kata dia, satu-satunya aturan terkait biaya pengobatan di fasilitas kesehatan pemerintah hanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 Tahun 2010 yang salah satu isinya mengatur tentang pelayanan kesehatan gratis. Dalam aturan ini setiap fasilitas kesehatan pemerintah (Puskesmas) dilarang menarik biaya berobat bagi warga KSB alias gratis.

Abidin menyebutkan, aturan inilah yang semakin membuat petugas kesehatan di Puskesmas dua kecamatan itu kebingungan menarik tarif pengobatan bagi pasien non warga KSB. Pasalnya jika mengikuti aturan tersebut, pasien yang dilayani tidak termasuk di dalamnya. Akan tetapi jika tidak ditarik, di sisi lain pelayanan yang diberikan kepada pasien bersangkutan menimbulkan biaya.

“Masak hanya gara-gara bukan warga KSB maka tidak dilayani. Tapi kalau dilayani juga, petugas dilema. Apa kemudian dasarnya mereka menarik biaya pengobatan itu,” sebut Abidin.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia pun meminta agar pemerintah segera membuat payung hukum pelayanan pengobatan bagi non warga KSB.

“Saya akan minta Komisi teknis terus menyuarakan hal ini, karena supaya ada kejelasan bagi petugas kesehatan kita di tingkat lapangan tanpa harus mengganggu pelayanan mereka kepada masyarakat,” sambung politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (bug)