Mohan Prihatin Banyak Pengguna Obat Keras di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengaku terkejut dan prihatin dengan banyaknya pengguna obat keras di beberapa wilayah Kota Mataram. Seperti di Gomong, dimana pengguna obat keras daftar G diperkirakan sangat signifikan jumlahnya. Obat keras daftar G, seperti Tramadol, Trihexyphenidyl dan Somadril tidak sembarang diberikan di apotek jika tidak disertai resep dokter.

“Yang lebih memprihatinkan lagi, para pengguna ini rata-rata anak usia sekolah,” ungkapnya, Jum’at, 2 September 2016.

Ia merasa heran obat-obatan tersebut didapatkan dengan mudah oleh masyarakat. Terutama juga para pengecer yang leluasa mengedarkan obat-obatan tersebut. Mohan mengatakan Pemkot Mataram akan segera mengambil tindakan untuk menangani persoalan tersebut. Pemerintah akan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk segera melakukan langkah pencegahan.

Ia juga berharap aparat kepolisian segera melacak asal muasal pendistribusian obat keras tersebut ke tingkat pengecer di wilayah-wilayah terkait. Menurutnya hal ini merupakan bentuk pelanggaran undang-undang. Dari segi kesehatan maupun pendidikan hal ini sangat merugikan masyarakat, serta sangat berpotensi untuk merusak masa depan generasi muda.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Gomong yang berinisiatif menyampaikan keresahan mereka dengan melakukan aksi pencegahan di wilayahnya. Ia berharap tindakan ini dapat dicontoh wilayah lainnya dalam rangka mengawasi aktivitas pelaku serta anak-anak muda.

BBPOM juga diminta untuk mensosialisasikan serta menekankan kembali, terutama di apotek-apotek supaya obat-obatan tersebut tidak dijual bebas. “Supaya jangan sampai obat-obatan ini dikonsumsi secara bebas,” pungkasnya. (rdi)