10 Persen TKI Asal NTB Terkena Hepatitis

Mataram (suarantb.com) – Ahli hepatitis dan mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Prof. Mulyanto mengatakan 10 persen dari para TKI asal NTB terkena penyakit hepatitis. Hal tersebut dikatakan Mulyanto  berdasarkan hasil temuannya.

“Para TKI terkena hepatitis sehingga banyak yang tidak jadi pergi, hampir sama di semua kabupaten. Dari 10 persen yang mau berangkat itu terkena virus hepatitis jadi gagal berangkat hanya karena itu,” ungkapnya. Sabtu, 13 Agustus 2016.

Ketika ditanya tentang wilayah mana TKI  tersebut berasal, Mulyanto menyebutkan hampir  merata di setiap kabupaten. Namun TKI yang banyak terkena penyakit mematikan itu lebih banyak berasal dari pedesaan dibanding dengan TKI berasal dari perkotaan.

Baca juga:  Pengiriman TKI ke Timur Tengah Dibuka Lagi

“Lebih merata ya, sebagai contoh kan untuk TKI pra medical. Itu kan dari semua di Lombok, hampir sama tapi pada umumnya di  kota besar lebih sedikit dibanding yang di pedesaan,” bebernya.

Mulyanto menganjurkan untuk masyarakat yang sudah terkena hepatitis, agar jangan menggunakan vaksin. Kecuali untuk orang dewasa yang belum terkena atau bayi yang baru lahir. Dengan alasan bahwa vaksin hepatitis apabila diberikan kepada orang yang sudah terkena akan menjadi baju virus untuk virus hepatitis itu sendiri.

Baca juga:  TPPO Arab Saudi, Korban PMI Terkatung-katung Sebelum Meninggal

“Kalau sudah dewasa, kalau ada vaksin atau antibodi bisa divaksin. Tapi kalau sudah terkena itu tidak bisa, ibarat itu vaksin yang dipakaikan, itu bajunya virus. Vaksin mengandung bajunya virus. Kemudian tubuh kita membuat antibodi dari bajunya virus, vaksin masuk tapi masih pakai bajunya virus,” jelas Mulyanto. (ism)