Perlu Ketegasan Pemerintah dalam Larangan Iklan Rokok

Mataram (suarantb.com) – Salah satu hal yang paling mempengaruhi anak mulai mencoba merokok adalah  iklan rokok yang marak di media. Menurut Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari hal ini akibat kurang tegasnya peraturan penayangan iklan rokok oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Menurutnya melalui iklan anak-anak mengenal rokok, baik jenis maupun harganya. Akibatnya banyak perokok usia anak-anak. Bahkan Indonesia dikenal sebagai negara perokok anak atau baby smoker country karena banyak perokok usia balita.

Untuk mengatasi persoalan ini perlu adanya ketegasan larangan terhadap iklan rokok, termasuk larangan dari KPI. Namun hingga saat ini, KPI belum memutuskan hal tersebut dengan alasan tidak adanya larangan dalam undang-undang penyiaran.

“Ketika kita mendorong untuk melarang, maka kembali pada KPI  hanya melaksanakan amanat dari Undang-Undang,” ujarnya.

Dengan demikian, maka yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah peran pemerintah dalam membuat kebijakan, termasuk keterlibatan pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan-kebijakan larangan iklan tersebut. “Yang perlu dilakukan sekarang adalah mengamandemen Undang-Undang Penyiaran tersebut,” ujarnya.

Kota Mataram menurut Lisda dapat menerapkan kebijakan larangan iklan rokok. Pasalnya Kota Mataram telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda tersebut dapat menjadi pendukung yang kuat untuk menjadikan Kota Mataram bebas iklan rokok.

Pelarangan iklan rokok di semua tempat, baik di jalan-jalan terutama area sekolah, atau penayangan di media dapat mengurangi resiko banyaknya anak-anak menjadi perokok. “Kita memerlukan sebuah payung hukum yang sangat kuat untuk melindungi mereka (anak-anak). Kita berharap adanya kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi anak-anak,” tandasnya. (rdi)