Hampir 11 Ribu Surat Anak Indonesia untuk Presiden Jokowi

Mataram (suarantb.com) – Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Mataram, Sabtu, 23 Juli 2016 besok pagi akan diserahkan  ribuan surat untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari menyampaikan telah terkumpul hampir 11.000 surat anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini menurutnya patut diapresiasi karena pengumpulan dilakukan melalui proses sangat panjang. Ribuan surat ini sebagai bentuk dukungan anak-anak Indonesia kepada Presiden untuk mengesahkan Konvensi Kerangka Kerja Untuk Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

“Ini dilakukan tidak instan satu atau dua kali, tetapi melalui proses yang cukup panjang. Artinya sampai tiga bulan meraka melakukan hal ini,” ungkapnya, Jum’at, 22 Juli 2016.

Lisda menerangkan Indonesia adalah satu-satunya negara besar di Asia yang belum menandatangani aksesi FCTC. Sementara Indonesia menduduki peringkat ketiga konsumsi rokok terbanyak di dunia. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi sasaran investasi asing untuk mengembangkan industri rokok.

Hal yang menjadi persoalan di Indonesia  adalah masih lemahnya perlindungan kepada anak-anak akan bahaya rokok, begitu juga dengan peraturan perundang-undangannya. Inilah yang menurutnya menjadi polemik bagi Indonesia.

“Di satu sisi kita mendapat investasi besar dari industri rokok, di sisi lain perlindungan kepada generasi muda masih sangat kurang,” jelasnya. Melalui penyerahan 11.000 surat dari anak-anak Indonesia diharapkan dampak rokok bagi generasi muda Indonesia dapat ditekan.

Lisda mengatakan aksesi FCTC tidak banyak merugikan negara dalam hal investasi industri rokok maupun kepada petani tembakau. FCTC tersebut hanya bentuk pengendalian konsumsi rokok untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan kepada anak-anak muda Indonesia. (rdi)