Empat dari Lima Sampel Ikan di Pasar Kebon Roek Diduga Mengandung Formalin

Mataram (suarantb.com) – Tim terpadu yang dibentuk pemerintah daerah bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menemukan ikan yang dijual di pasar Kebon Roek, Ampenan Kota Mataram mengandung formalin. Dari lima sampel yang diperiksa, empat sampel ikan mengandung formalin.

Temuan ikan berformalin itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim terpadu sebanyak dua kali di pasar Kebon Roek Juni lalu. “Dari lima ikan,kami menemukan empat ikan berformalin dan satu lolos (negatif),” kata Petugas Bagian Penerimaan dan Distribusi Diskoperindag Kota Mataram, Baiq Eva Apriyanti saat dikonfirmasi suarantb.com di pasar Kebon Roek, Senin (3/7/2016).

Tim terpadu yang terdiri dari Disperindag NTB, Diskoperindag Kota Mataram, Dinas Kelautan dan Perikanan, BBPOM dan Satpol PP NTB ini membuka tempat uji formalin gratis di pasar Kebon Roek. Pelaksanaan uji formalin gratis tersebut telah dilakukan pada tanggal 2 Juni dan 14 Juni lalu.

Eva menjelaskan penemuan  zat berbahaya seperti formalin terdapat pada ikan kempung dan tongkol. Sementara uji formalin yang dilakukan pada kerupuk belum ditemukan penggunaan zat berbahaya. “Kami banyak menemukan formalin pada ikan kempung dan tongkol dan untuk kerupuk masih negatif,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut kata Eva pihak kepolisian telah mengeluarkan surat teguran kepada pedagang yang menggunakan bahan berbahaya. Namun, katanya,  tetap saja ditemukan zat berbahaya ketika petugas turun melakukan pemeriksaan. Eva bahkan  mengaku pernah menemukan pedagang yang mendapatkan surat teguran sudah tiga kali tetapi tetap saja ketika dilakukan  pemeriksaan melakukan hal serupa.

“Karena pemeriksaan dilakukan bulanan,  jadi pedagang tidak menjual itu saat dilakukan pemeriksaan. Setelah selesai (pemeriksaan) dijual lagi (ikan berformalin),” ujarnya. (ism)