Melihat Spirit Literasi di Kedai Kopimu1912 Mataram

Kedai Kopimu1912 (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Pertumbuhan kedai kopi di NTB, Mataram khususnya semakin pesat, seiring dengan menggeliatnya tradisi ‘ngopi’. Pelanggannya dominan kalangan milenial dan sebagian pekerja profesional, mengunjungi kedai dengan berbagai desain dan konstruksi.

Aktifitas mereka beragam saat ditemani suguhan kopi. Sebagian menghabiskan waktu berdiskusi, berbincang biasa, sebagian lain mengerjakan tugas, ada juga yang hanya menikmati kopi lalu pulang.

Melihat fenomena tersebut, Kedai Kopimu1912 menawarkan suguhan berbeda. Selain berbagai varian kopi lokal dan komoditi kopi daerah lain, menu lainnya disebut ‘spirit literasi dalam cangkir kopi’. Setiap meja tersedia beberapa buku plus ajakan membaca kepada setiap pengunjung.

“Kopimu berpikir, terdapat waktu kosong sekian menit yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk membaca. Waktu tersebut yakni waktu tunggu pesanan siap disuguhkan oleh barista (penyaji kopi),” kata pengelola Kedai Kopimu1912, Muslimin dalam keterangan tertulis diterima Suara NTB.

Bagi manajemen Kopimu 1912, soal waktu yang sangat singkat bukan masalah. Tetapi tujuan utamanya yakni

spirit literasi hidup dan aktif di tempat.

Selain buku yang tersedia di atas meja, ada pula sederet buku berbagai judul yang bebas dipilih sesuai keinginan pengunjung.

Di sisi lain, Kopimu1912 juga berusaha mendatangkan buku yang diinginkan oleh pengunjung bila belum tersedia. “Inilah spirit yang coba dibangun di kedai Kopimu,” tandasnya.

Semangat literasi itu semakin kuat karena letak Kedai Kopimu1912 strategis di Jalan Merdeka Raya nomor 128 BTN Pepabri, Karang Pule Mataram. Letaknya di antara pusat Pendidikan tinggi, hanya sekitar 50 meter dari kampus Nahdatul Wathan (NW) dan jarak dari kampus Muhammadiyah Mataram hanya sekitar 1 kilometer.

Menurut Muslimin, semangat membaca itu harus ditumbuhkan pada kesempatan sekecil apapun. Karena kesadaran literasi ini juga berperan baik dalam mendukung pembangunan manusia di NTB.

Kedai Kopimu1912 kuat hubungannya dengan keaktifan para pengelola dengan organisasi Islam Muhammadiyah, baik secara struktural dan emosional. Kopimu akronim dari Kopi dan kelahiran Muhammadiyah tahun 1912. (ars)