Dekranasda Dorong NTB Jadi Pusat Busana Muslim Nasional

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) NTB, mendorong proses pelestarian dan peningkatan kualitas produk kriya di NTB dengan mencanangkan posisi sebagai salah satu pusat busana muslim nasional. Hal itu dinilai sejalan dengan rencana penerapan dan pengembangan konsep wisata halal di provinsi yang tengah berkembang ini.

‘’Salah satu visi dari Dekranasda NTB dan Pemprov adalah menjadikan NTB sebagai salah satu pusat busana muslim nasional. Karena itu juga sejalan dengan pariwisata di daerah kita sebagai salah satu best world tourism destination,’’ ujar Ketua Umum Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc saat ditemui, Jumat, 18 Oktober 2019 di Mataram. NTB sendiri disebutnya, memiliki modal dan potensi yang cukup besar untuk menuju ke arah tersebut.

‘’NTB dengan tiga suku besar, Sasak, Samawa, Mbojo memiliki kekayaan budaya yang sangat unik, indah dan sudah dikagumi dan diakui di berbagai tempat, baik nasonal maupun dunia,’’ ujar Niken. Untuk melestarikan hal itu maka dibutuhkan inovasi-inovasi dan penggalian kreativitas dari generasi muda yang ada di NTB. ‘’Kami pikir dengan resource (sumber daya) yang ada, kita suatu saat bisa mewujudkan itu,’’ sambungnya.

Diterangkan istri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc tersebut bahwa Dekranasda NTB saat ini terus mendorong produksi kriya di NTB dari UMKM agar masuk ke dalam tahap

industri. Pasalnya, pangsa pasar produk kriya NTB disebut cukup besar.

Jika hal tersebut telah dapat dipenuhi, maka pencanangan NTB sebagai pusat industri busana muslim juga bukan hal yang mustahil. Khususnya untuk model busana yang menggunakan kekhasan kriya seperti produk tenun yang ada di NTB. ‘’Kalau itu dikembangkan dengan baik, kita bisa jadi Muslim fashion center,’’ ujar Niken.

Di lain kesempatan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, juga pernah menyebut NTB sebagai provinsi yang telah berhasil menjalankan konsep wisata halal. Posisi NTB dalam industri tersebut dimantapkan pada tahun 2015 ketika Lombok terpilih sebagai The Best Halal Tourism in the World.

 

Predikat tersebut berhasil meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 32 persen dan wisatawan domestik 47 persen ke NTB setelah diberikan branding sebagai wilayah Moslem Friendly. Selain itu, NTB juga menerima 12 dari 14 kategori penghargaan di World Halal Tourism Award di Abu Dhabi pada 2016.

Setelah mendapatkan penghargaan pada 2015 dan 2016, pada tahun 2019 NTB kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan. Dengan begitu, potensi pasar untuk industri wisata halal ataupun hal yang berkenaan dengan itu cukup besar ke depannya. Bahkan pada tahun 2020, jumlah wisatawan yang datang ke NTB ditargetkan sebanyak 4,5 juta orang. (bay)