Berkat HMS, 52 Unit BTS Baru Dibangun di NTB

Anggota DPR RI Dapil NTB 1, H. M. Syafrudin, ST, MM (bersarung) berpose bersama di depan salah satu unit BTS baru di NTB. (Suara NTB/HMS)

Bima (Suara NTB) – Anggota DPR RI, H. Muhammad Syafrudin ST MM, meyakini akses komunikasi adalah bagian dari kemajuan yang harus dinikmati bersama oleh warga NTB. Karenanya, ia pun memperjuangkan agar unit-unit pemancar komunikasi baru terus dibangun. Agar warga di pelosok, bisa mendapatkan sinyal ponsel dan menikmati kelancaran berkomunikasi.

Perjuangan itu kini memperlihatkan hasilnya. Tak kurang dari 52 unit Base Transceiver Station (BTS) baru telah dibangun berkat upayanya. Warga NTB pun kini dapat menikmati jaringan telekomunikasi yang semakin luas.

Selama menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019, politisi PAN yang akrab disapa HMS ini terus mendorong Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperluas terciptanya akses sinyal telekomunikasi di NTB.

BAKTI merupakan sebuah unit kerja Kementerian Kominfo bersama operator seluler. BAKTI berfokus pada upaya membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Sasarannya adalah 5.000 desa di seluruh Indonesia agar dapat menikmati layanan telekomunikasi pada 2020.

Berkat lobi HMS, program BAKTI di NTB kini telah menyentuh 32 Desa di Kabupaten Bima dan 19 Desa di Kabupaten Sumbawa. Lalu, lima Desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tiga Desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan masing-masing satu desa di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Anggota DPR RI Dapil NTB 1, H. M. Syafrudin, ST, MM (bersarung) berpose bersama di depan salah satu unit BTS baru di NTB. (Suara NTB/HMS)

Dari 52 tower BTS yang diperjuangkan tersebut, 32 unit kini tengah dibangun dan 20 unit

lainnya akan dibangun pada 2020.

HMS pun mengutarakan rasa syukurnya karena ikhtiarnya ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTB. “Alhamdulillah, masyarakat kita, di Sumbawa dan Lombok sekarang bisa menikmati komunikasi dan internet di desa-desa,” ujarnya kepada Suara NTB.

HMS meyakini, warga yang tinggal di wilayah terpencil terpencil seperti Langgudu, Tambora, Lambu dan Parado, memiliki hak yang sama untuk menikmati kemajuan teknologi komunikasi dan akses internet. “Termasuk warga di desa-desa di Kabupaten Sumbawa, KSB dan KLU juga,” imbuhnya.

Di sisa jabatannya sebagai anggota Komisi 1 DPR RI, HMS pun mendorong agar tahun depan, BTS juga dibangun di daerah yang saat ini tak memiliki jaringan telekomunikasi yang lancar. “Sampai hari ini saya terus menunggu usulan dari pemerintah daerah jika masih ada yang belum maksimal menerima jaringan komunikasi dengan baik untuk dilanjutkan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya mendorong kelancaran komunikasi masyarakat di pelosok NTB adalah sesuatu yang patut diseriusi. “Karena ada banyak kemajuan baru yang bisa dicapai kalau warga bisa berkomunikasi dengan ponsel. Apalagi kalau mereka bisa menggunakan internet di daerahnya. Keterhubungan ini bisa juga memantik tumbuhnya kesejahteraan di daerah itu,” seru politisi PAN ini.

Setelah terpilih kembali pada Pemilu 2019 lalu, HMS menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan akses politiknya untuk mendorong pembangunan di daerahnya. Khususnya, di Pulau Sumbawa yang merupakan daerah pemilihannya.

“Insya Allah, dengan dukungan masyarakat, saya akan terus berjuang. Tidak hanya dalam membangun akses informasi dan komunikasi. Tapi juga di bidang-bidang lain yang bisa saya sentuh dengan kebijakan di DPR RI,” pungkasnya. (*)