Kembangkan Industri Tenun, NTB Targetkan Jadi Pusat ‘’Fashion’’ Muslim Dunia

Pemprov NTB menargetkan jadi pusat fashion muslim dunia 2020 mendatang. Tahun ini, mulai dikembangkan industri kreatif produk kerajinan tenun. Tampak seorang perajin di Desa Sade, Pujut, Lombok Tengah sedang menenun beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan jadi pusat fashion muslim dunia 2020 mendatang. Tahun ini, mulai dikembangkan industri kreatif produk kerajinan tenun dan batik Sasambo.

‘’Sekarang kita  mengarah ke industri kreatif,  fashion dari tenun NTB,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 26 Juli 2019.

Ia menjelaskan, tahun ini Uni Emirat Arab menjadi negara terbaik sebagai pusat fashion muslim dunia. Indonesia berada di peringkat kedua.

Pemerintah pusat menargetkan, Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia pada 2020 mendatang. Peluang inilah yang ditangkap oleh Pemprov NTB dengan mengembangkan industri kreatif fashion muslim dari kain tenun dan batik Sasambo.

‘’Makanya kita melakukan pelatihan untuk bisa menjadikan NTB menjadi pusat fashion muslim dunia,  basisnya tenun,’’ kata Andi.

Baca juga:  Motif “Selingkuh” di Atas Kain Tenun Lombok

Ia mengatakan, Pemprov melatih sebanyak 20 desainer-desainer lokal. Merekalah yang akan merancang busana muslim dari kain tenun. Dengan mengembangkan industri kreatif dari tenun, kata Andi maka akan memberikan nilai tambah bagi penenun.

Nantinya, masyarakat tak lagi membeli dalam bentuk kain tenun.

Tetapi sudah ada produk fashion dari kain tenun NTB. ‘’Kalau sekarang kita masih dijualnya dalam bentuk tenun. Kita maunya tenun dijual dalam bentuk baju. Sehingga lebih banyak pendapatan masyarakat,’’ ujarnya.

Andi mengatakan, pengembangan industri kreatif fashion dari kain tenun NTB dimulai tahun ini. Karena Indonesia menargetkan jadi pusat fashion muslim dunia pada 2020.

Baca juga:  Motif “Selingkuh” di Atas Kain Tenun Lombok

‘’Kalau kita tidak siap, maka peluang itu diambil provinsi-provinsi lain. Kemarin kita sudah  latih 20 desainer, orang lokal. Tenun itu kalau dilipat jelek. Begitu dibuat baju, maka bagus, menarik. Sehingga orang tertarik beli baju daripada kain tenun,’’ ucapnya.

Selain mendorong tumbuhnya industri kreatif ini, Andi mengatakan juga terus didorong pengembangan industri permesinan dan pengolahan. BUMD milik Pemprov NTB, PT. GNE sudah menghasilkan sejumlah produk permesinan.

OPD Pemprov yang mengadakan bantuan peralatan kepada masyarakat diarahkan untuk memesan mesin-mesin yang diproduksi PT. GNE. ‘’Sekarang saya memulai memesan di sana. Seperti alat membuat tepung, mesin pengolah kopi. Pak Gubernur meminta Kepala OPD yang lain juga memesan di sana,’’ tandasnya. (nas)