Lomba ‘’Wedding’’ Upaya Modernisasi Wisata NTB

General Manager Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad saat membuka  Wedding And Beauty Expo. Acara ini masih berlangsung hingga Minggu (28/7). (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pascagempa tahun lalu, pemerintah terus berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB. Lomba Wedding And Beauty Expo yang diselenggarakan oleh Epicentrum Mall Mataram bekerjasama dengan Dinas Pariwisata NTB diharapkan dapat memodelisasi budaya NTB sehingga mampu meningkatkan wisatawan untuk menyelenggarakan Wedding di NTB.

Acara Lomba Wedding And Beauty Expo yang dibuka pada hari Kamis, (25/7) oleh GM (General Manager) Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad menyampaikan, saat ini memasuki era baru dalam menarik perhatian wisatawan yang hendak berkunjung ke NTB. Acara yang akan berlangsung hingga 28 Juli ini nantinya menampilkan karya-karya Make Up lokal yang ada di NTB.

“Saat ini memang musimnya untuk menyelenggarakan pameran, oleh karena itu, kami harapkan untuk terus bisa menyelenggarakan ini agar pengunjung ke NTB lebih ramai. Lomba Wedding And Beauty Expo ini juga nantinya bisa mewakili NTB di ajang-ajang nasional sehingga bisa meng-Indonesia lewat karya-karya anak NTB kita,” kata Salim seusai membuka acara.

Terkait Wedding, kata Salim, memang bukanlah budaya lokal NTB. Namun, Wedding sendiri dinilai mampu meningkatkan jumlah pengnjung ke daerah NTB. Ia berpendapat, butuh pemodelan dalam budaya wedding dengan budaya lokal yang ada di NTB. “Intinya mau kolaborasi dengan kebutuhan-kebutuhan wedding lainnya. Jadi, jika ada hotel yang hall makanan, wedding organizer, catering, fotografi, kita kumpulkan jadi satu.  Kalau mereka (wisatawan, red) jalan-jalan ke Lombok akhirnya ketemu ini, mereka dapat menikmati sajian yang lengkap. Paling tidak buat pembanding untuk daerah lain,” katanya.

“Masyarakat NTB juga menjadi lebih termodelisasi dengan acara ini dan mereka menikmati kegiatan ini sebagai bagian yang bermanfaat seperti persiapan wedding putra putri kita, dan mereka tidak sungkan-sungkan, karena ini expo,” lanjut Abdan.

Keinginan untuk memajukan wisata NTB adalah tuga pemerintah dan seluruh masyarakat.  Dari dua mata lomba dan 13 peserta baik itu dari hotel,  salon, EO, fotografi, dan lainnnya, memiliki peran yang sama untuk memajukan wisata NTB pada khususnya. Karena, saat ini hotel-hotel yang ada di Lombok telah bersedia untuk memberikan paket wedding. “Kan kalau mau wedding biasanya ke tempat lain (luar NTB, red), sekarang bisa di Lombok langsung. Agar mereka bisa wedding ala Lombok sendiri, dengan konsep Lombok, misalnya di Gili Trawangan atau yang lainnya,” tutur Salim.

Nantinya, acara Lomba Wedding And Beauty Expo ini bisa diselenggarkan tiap tahun untuk menarik minat masyarakat di bidang Make Up tentunya. “Kalau mereka datang ke hotel nanyak langsung, biasanya sungkan. Di sini kan bisa dapat info lengkap. Iya mudah-mudahan kita bisa selenggarakan setiap tahun,” kata Imam, salah satu pengunjung yang ditemui Suara NTB.

Hal ini di sambut baik masyarakat, karena mampu menunjukkan bahwa NTB sudah lebih modern dari era sebelumnya. Dengan begitu, peran pelaku wisata untuk terus mengeluarkan expo dan mempunyai atraksi atau kelengkapan-kelengkapan yang secara nasional sudah bisa diukur.

“Walaupun wedding  bukan khas Lombok. Namun, saya lihat kesiapan kita untuk memulai memang perlu.  Dari itu pemerintah dan masyarakat harus siap untuk menyambut keramaian baru lewat wedding supaya daya beli wisata di NTB meningkat,” tutup Salim. (viq)