Tiga PLTS Perkuat Sistem Kelistrikan Lombok

PLTS Selong, satu dari tiga PLTS yang telah memperkuat sistem kelistrikan Lombok. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yaitu PLTS Pringgabaya, PLTS Selong, dan PLTS Sengkol dengan kapasitas  sebesar 5 Mwac per lokasi mulai memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Hal itu ditandai dengan dilakukannya Penandatanganan Tanggal Operasi Komersial (Commercial Operation Date) di Kantor PLN UIW NTB, Selasa, 2 Juli 2019.

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka, mengatakan PLTS ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN untuk terus mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya di NTB. “Kita terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi terbarukan. Sesuai yang terdapat dalam Kebijakan Energi Nasional, targetnya 23% pembangkit merupakan EBT di tahun 2025,” ujarnya.

Dengan beroperasinya PLTS ini, bauran EBT untuk wilayah NTB menjadi 11 persen, dari yang sebelumnya 6 persen. Angka ini akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya lokasi pengembangan EBT di NTB.

Selain sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan energi yang ramah lingkungan, pengoperasian PLTS ini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik sistem kelistrikan Lombok serta akan berdampak pada efisiensi karena mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak di beberapa pembangkit di NTB.

“PLTS beroperasi, pasokan listrik khususnya di Lombok semakin andal, kualitas layanan bagus, dan pelanggan semakin nyaman menggunakan listrik,” imbuh Rudi. Saat ini, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 265 MW dengan beban puncak sebesar 228 MW dengan lokasi pembangkit tersebar.

Sementara itu, Direktur PT Infrastruktur Terbarukan Adhiguna, Bilma R. Ghani mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kesempatan yang diberikan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan EBT di NTB. “Kami sadar walaupun ada tantangan yang harus lalui dalam penyelesaian pembangunan PLTS di Lombok ini, namun kami selalu mendapat dukungan dari PLN, Dinas ESDM dan instansi daerah. Ke depan, kami akan terus mengembangkan energi yang ramah lingkungan, khususnya di NTB,” kata Bilma.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB, Muhammad Husni, juga menyampaikan apresiasi atas beroperasinya 3 unit PLTS on grid di Pulau Lombok. Hal tersebut membuktikan dukungan nyata PLN UIW NTB terhadap kebijakan nasional terkait bauran energi.

“Pemerintah provinsi NTB senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya peningkatan kontribusi EBT dalam bauran energi. Saya berharap ke depannya, PLN UIW NTB terus berupaya meningkatkan kontribusi EBT untuk  pembangkit tenaga listrik. Tidak hanya terbatas pada pengembangan sumber energi surya, namun juga sumber-sumber EBT yang lainnya,” pungkas Husni. (bul)