Garansi Aman Pilkada di Masa Pandemi

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal (kiri) menyimak pemaparan kesiapan Pilkada serentak 2020 yang disampaikan Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud (ketiga dari kanan), Senin, 10 Agustus 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB Irjen. Pol. Mohammad Iqbal menemui Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud. Atensinya perihal Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19. Pengamanan kerawanan pesta demokrasi seiring dengan pendisplinan protokol kesehatan.

“Kami mengupayakan pengamanan maksimal dalam setiap tahapan demi menjamin keamanan masyarakat. Pada prinsipnya kami overestimate,” kata Iqbal di sela kunjungan ke Kantor KPU Provinsi NTB di Mataram, Senin, 10 Agustus 2020 didampingi Karoops Polda NTB Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya, dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Iklan

Aparat keamanan, sambung dia, memang wajib memberikan garansi aman. Apalagi, kontestasi Pilkada tujuh kabupaten/kota di NTB ini dalam masa adaptasi kenormalan baru pandemi Covid-19. Sejumlah tahapan Pilkada pun bergantu pola. “Ada tahapan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat,” jelas Iqbal.

Kapolda menerangkan sudah menggandeng setiap elemen masyarakat. Kondusivitas Pilkada serentak pada Desember mendatang memerlukan kerjasama dan persiapan matang. Didukung kemampuan personel keamanan yang mumpuni.

“Kita akan kerahkan dua per tiga kekuatan. Tapi saya belum bisa katakan jumlah personelnya berapa. Masih akan disesuaikan dengan PKPU yang sedang berproses,” sebutnya.

Menurutnya, NTB punya riwayat bagus dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Dari sisi kondusivitas yang tetap dapat terjaga. Catatan itu menyiratkan kondisi yang sama pada Desember nanti. Meski dalam kondisi pandemi sekalipun.

“Semua kontestan pilkada, mereka akan paham dengan aturan, mengedepankan keamanan bagi seluruh rakyat dimana mereka akan berkontestasi. Masyarakat juga, mereka sudah dewasa dan paham bahwa keamanan adalah yang paling penting dari kontestasi ini,” papar Kapolda.

Potensi klaster baru saat hari pemungutan suara sudah masuk daftar kerawanan. Namun, kekhawatiran itu bisa dicegah. Dia menekankan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pendekatannya tidak hanya kepada penyelenggara Pemilu yang menyediakan sarana protokol kesehatan tersebut. “Kami akan mengajak semua stakeholder, partai pendukung, LSM pendukung, masyarakat pendukung untuk mengedepankan keamanan. Teman-teman KPU dan juga bawaslu,” tandasnya.

Perbincangan dengan Ketua KPU yang didampingi sejumlah komisioner berlangsung cair. Pembahasannya berkaitan teknis protokol kesehatan pada tahapan kampanye, pemungutan suara, sampai penghitungan suara.

Sejumlah antisipasinya berupa penyediaan bilik khusus bagi pemilih yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas ambang normal. Kemudian pengamanan khusus bagi pasangan calon kepala daerah saat pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.

Sementara Suhardi mengatakan, pencegahan penularan diimplementasikan dengana penambahan jumlah TPS. Satu TPS diturunkan batas daya tampung pemilihnya. Sehingga bertambah menjadi 6.087 TPS.

“Yang dikhawatirkan itu pada saat hari pemungutan suara. Misalnya pemilih harus memakai masker. Bagaimana kalau dia tidak pakai masker? Ini kita butuh koordinasi dengan teman-teman di kepolisian,” terangnya.

Dia menambahkan, KPU juga menganggarkan tambahan Rp16 miliar untuk pengadaan sarana prasarana protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di hari pemungutan suara. KPU menyediakan paling banyak 20 persen kebutuhan masker bagi pemilih. Semula anggaran Pilkada di tujuh kabupaten/kota sebesar Rp147 miliar.

Tahapan Pilkada yang berpotensi mengumpulkan massa diatur ulang. Rapat umum ditiadakan. Namun, kampanye didorong dilaksanakan tatap muka dengan protokol pembatasan jumlah peserta. “Tapi substansinya tidak banyak berubah,” kata Suhardi.

Pandemi Covid-19 ini, sambung dia, menciptakan tantangan baru dalam hal partisipasi pemilih. KPU tidak mau muluk-muluk dalam memasang target meningkatkan angka partisipasi pemilih. “Yang sebelumnya 77 persen. Paling tidak yang sekarang sama lah,” tandas Suhardi. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here