Gara-gara Sabu, Pemuda Putus Sekolah Keliling Masjid Curi Kotak Amal

Tiga pelaku pencurian kotak amal masjid digiring aparat Polsek Ampenan, Jumat, 28 Februari 2020. Para pelaku ini mencuri untuk membeli narkoba. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Narkoba membuat pecandunya rela berbuat apa saja. Sabu sudah memengaruhi DD (15). Pria tidak tamat SMP ini keliling masjid-masjid. Bukannya beribadah. Tapi, menguras isi kotak amalnya. Duit tabungan akhirat jamaah itu dipakainya untuk membeli sabu.

Kapolsek Ampenan AKP Nasrullah mengatakan DD sudah sembilan kali mencuri kotak amal masjid. Termasuk yang terakhir dilakukan DD di Masjid Lebai Sandar, Dayan Peken, Ampenan, Mataram. “Memang spesialis kotak amal,” ucapnya, Jumat, 28 Februari 2020.

Iklan

DD tidak mau beraksi sendiri. Dia mengajak kawannya, JM (15) yang dijadikannya sebagai mata-mata. Berbekal motor yang dipinjam dari FR (13). Mereka sama-sama dari Dayan Peken sehingga hapal benar dengan situasi sasarannya.

JM bertugas menunggu di luar pagar masjid. Sementara DD masuk ke dalam. Dia membongkar kotak amal yang terkunci gembok. DD sebenarnya sadar kamera CCTV memantau gerak-geriknya. Tapi dia cuek saja.

Belakangan, rekaman CCTV itulah yang mengantarkannya ke sel tahanan. Polsek Ampenan mengidentifikasi DD yang tengah membongkar kotak amal malam hari Kamis, 27 Februari 2020. Tidak sulit akhirnya bagi Polsek Ampenan menangkap DD.

“Uang kotak amal yang diambil Rp165 ribu. Hasilnya dipakai untuk membeli narkoba di Karang Bagu,” kata Nasrul.

Dari interogasi, DD sudah dua tahun ini kecanduan sabu. Sementara JM pelajar salah satu SMP Negeri di Kota Mataram ini tergolong masih coba-coba. Nasrul mengimbau agar anak-anak usia remaja dikawal ketat pergaulannya.

“Anak-anak jangan sampai terjerumus narkoba. Ini adalah salah satu contoh kasus. Mereka ini mencuri uang hanya untuk membeli narkoba,” imbaunya. (why)