Gara-gara Kebun Jati, Empat Anak Rusak Rumah Ibunya

Im dan My pelaku perusakan rumah ibu kandungnya diamankan aparat Sat Reskrim Polres Bima, Rabu, 15 Juli 2020.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Gara-gara masalah kebun jati, empat orang anak, masing-masing berinisial Im, My, Sr dan Nf merusak rumah milik ibu kandungnya, Hj. S, di dusun III Desa Monta Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Karena perbuatan tersebut, Im dan My diamankan dan langsung ditahan oleh aparat Satreskrim Polres Bima pada Rabu, 15 Juli 2020. Sedangkan dua lainnya, Sr dan Nf masih didalami keterlibatannya.

Iklan

“Kasus yang melibatkan antara ibu dan anak ini, berawal dari sang ibu menjual kebun jati,” kata Kasat Reskrim Polres Bima, Iptu Adhar S.Sos.

Kasus itu lanjut Kasat, terjadi pada Bulan April 2020 lalu, tidak terima kebun jati dijual ibunya, kelima anaknya, Im, My, Sr, Nf dan H, mendatangi kediaman korban untuk meminta klarifikasi. Hanya saja, sang ibu mengacuhkan mereka.

“Karena tidak direspon dengan baik, Im mengamuk dan langsung menyalakan mesin gergaji dan menggergaji pintu pagar, pintu rumah, jendela hingga atap rumah,” katanya.

Sedangkan anak korban, My ikut membantu Im dengan membuang seluruh pakaian keluar rumah, perabotan dapur hingga tempat tidur orang tuanya. My diduga dibantu juga oleh dua saudaranya SR dan NF. “Sementara H, hanya diam dan tidak melakukan apa-apa saat kejadian ini,” katanya.

Adhar mengaku dalam kasus pihaknya menetapkan dua tersangka sebagai pelaku utama, yakni Im dan My. Saat ini keduanya diperiksa intensif untuk melengkapi administrasi penyidikan. “Im dan My kita tahan. Sedangkan Sr dan Nf saat ini masih didalami keterlibatannya,” katanya.

Adhar menegasakan, jika Im dan My terbukti melakukan perusakan serta menghancurkan barang milik orang lain, keduanya terancam hukuman paling lama tiga tahun penjara. “Keduanya (Im dan My) dijerat pasal 170 ayat 1 dan atau 406 jucto 55 KUHP,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here