Gapeksindo Kota Mataram Perkuat Sinergi Pemberdayaan Kontraktor Lokal

H. Bambang Muntoyo, Novel Salmin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Mataram bertekad membangun sinergi yang kuat dengan stakeholders, eksekutif dan legislatif dalam rangka pemberdayaan kontraktor lokal. Komitmen ini seperti ditegaskan Ketua Gapeksindo Kota Mataram, Novel Salmin yang didapuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gapeksindo Kota Mataram periode 2020- 2025 pasca Muscab Gapeksindo Kota Mataram ke IV, yang di selenggarakan di Hotel Santika 7 November 2020 lalu.

Seluruh DPC Gapeksindo se kabupaten/kota di NTB hadir saat itu. Tamu kehormatan, unsur ke PU-an, Ir. Budi prianto, MM dari Semarang. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mewakilkan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman. Mucab IV DPC Gapeksindo Kota Mataram ini berlangsung lancar, dan sukses. Ketua Gapeksindo Provinsi NTB, H. Bambang Muntoyo menutup kegiatan Mucab dengan pelantikan sekaligus menyerahkan bendera Pataka Gapeksindo kepada Novel.

H. Bambang Muntoyo menekankan agar armada baru Gapeksindo Kota Mataram bisa mengangkat kearifan lokal, kontraktor-kontraktor lokal khususnya Kota Mataram. Serta memperjuangkan izin-izin usaha yang berkaitan dengan jasa konstruksi yang dinilai masih sulit dan panjang birokrasinya. Kontraktor-kontraktor kecil juga diharapkan bisa terangkat. Apalagi dua bencana besar melanda, gempa akhir tahun 2018, dan saat ini pandemi corona. Harapannya, agar perusahaan-perusahaan kontraktor ini eksis agar lapangan kerja tetap terjaga dan perekonomian berputar, di tengah pandemi.

“Walaupun berlaku tender bebas dan umum. Semoga saja, keberadaan kontraktor-kontraktor lokal ini bisa lebih diperhatikan oleh proyek-proyek pemerintah daerah. Saya rasa banyak cara mengangkat kearifan lokal,” demikian Bambang. Novel Salmin sejak 2015 lalu menjadi Ketua DPC Gapeksindo Kota Mataram, didampingi Bendahara Gapeksindo Kota Mataram, Satriaman, dan Sekretaris Gapeksindo Kota Mataram, Bagus Subandono, ditegaskan komitmennya untuk memberdayakan para kontraktor lokal, terutama kontraktor kecil.

Diketahui tidak sedikit proyek-proyek milik pemerintah, baik yang bersumber dari APBD Kota Mataram, maupun dari dana aspirasi anggota dewan di Kota Mataram. Khusus untuk dana aspirasi dewan, selama ini pelaksanaannya cenderung tertutup. Sehingga berpeluang proyek dilaksanakan oleh kontraktor dari luar Kota Mataram yang ditunjuk oleh pengelola dana aspirasi.

“Karena itu, asosiasi ingin membangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah Kota Mataram, dengan dinas-dinas, dan legislatif agar bersama-sama kita memberdayakan pengusaha lokal. Bersama-sama bangkit dari corona,” ujarnya. “Kita juga akan jadwalkan hearing dengan kepala daerah, dengan DPRD Kota Mataram juga,” demikian Novel. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here