Gapasdap Siapkan Kapal Penyeimbang Layani Lembar-Ketapang

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar. (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Beroperasinya kapal lintas panjang, Lembar-Banyuwangi memukul telak kapal-kapal penyeberangan yang melayani Lembar-Padangbai dan Gili Manuk-Ketapang.  Gapasdap lalu mengusulkan alternatif layanan penyeberangan penyimbang, Lembar-Ketapang agar tak gulung tikar. “Kita usulkan lima kapal penyeimbang yang akan melayani Lembar-Ketapang. Kapalnya ya kapal-kapal yang melayani Lembar-Padangbai,” kata Ketua Gabungan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar, Denny F. Anggoro.

Ditemui di Sekretariat Gapasdap Cabang Lembar, di Jalan Raya Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu, 21 Oktober 2020, Denny mengatakan, sejak dilayaninya rute lintas panjang, Lembar-Banyuwangi, kapal-kapal yang melayani rute Lembar-Padang Bai dan Gili Manuk-Ketapang kehilangan penumpang antara 30 sampai 40 persen.

Iklan

Kehilangan pasar sebesar itu tentunya menjadi ancaman bagi perusahaan-perusahaan penyeberangan yang melayani rute legendaris, Lembar- Padang Bai dan Gili Manuk-Ketapang. Rute yang telah puluhan tahun dilalui untuk menghubungkan Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Secara tiba-tiba rute ini terganggu oleh kapal penyeberangan Lembar Banyuwangi yang langsung potong kompas.

“Kehilangan pasar cukup besar karena ada layanan baru Lembar-Banyuwangi di jalur yang berhimpitan, dari mana perusahaan yang sudah lama beroperasi ini mempertahankan eksistensinya. Biaya operasional, gaji karyawan. Apalagi ditengah corona,” jelas Denny. Untuk menjaga perusahaan-perusahaan penyeberangan yang melayani Lembar-Padangbai, Gapasdap Cabang Lembar, bersama Gapasdap Ketapang mengusulkan alternatif kapal penyeimbang. Lima kapal yang dioperasikan. Saat ini masih menunggu izin –izin dari Kementerian Perhubungan.

Dari lima kapal yang direncanakan, delapan kapal mengajukan permohonan. Kementerian Perhubungan melakukan asesmen. Hasil asesmen sementara, tiga kapal dianggap tidak memenuhi syarat. Rute Lembar-Ketapang ini akan melayani penyeberangan selama 12 jam. Karena dianggap lintas panjang, kapal-kapal yang melayaninya harus berkapasitas minimal mampu mengangkut 20 kendaraan besar, tersedia unit yang menyediakan makanan dan minuman kepada penumpang, serta tersedia hiburan.

Tim dari Kementerian Perhubungan masih akan melakukan asesment kepada seluruh kapal-kapal yang mengajukan permohonan. Harapannya, dalam waktu dekat asesment lengkap dan Kementerian Perhubungan dapat menerbitkan izin operasional lintasan ini. Kapal penyeberangan Lembar-Ketapang ini kedepan dapat menjadi alternatif bagi penumpang, barang maupun orang. Jadwal penyeberangan rencananya akan konsisten. Setiap waktu tertentu kapal harus berangkat, ada atau tidaknya penumpang. “Nantinya bisa menjadi pilihan bagi masyarakat. Kalau diterbitkan izin-izinnya oleh Kementerian Perhubungan, 5 kapal yang melayani Lembar-Padang Bai akan lepas, akan tersisa 34 kapal,” demikian Denny. (bul)