Gapasdap NTB Berharap Daerah Suarakan Penurunan Harga BBM

0
Listyono Dwitutuko. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kapal-kapal penyeberangan masih dipertahankan beroperasi, meskipun terseok-seok beban operasional yang tak sebanding dengan pemasukan. Pengusaha kapal sangat berharap, pemerintah menurunkan harga bahan bakar, agar operasional penyeberangan tetap bisa dipertahankan.

Harga minyak dunia sudah mengalami penurunan, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberang (Gapasdap) Provinsi NTB juga mengharapkan, pemerintah daerah bisa menyuarakannya ke pusat. Di Jawa Timur, permintaan untuk menurunkan harga BBM ini juga telah disuarakan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Jika dirasa sangat penting, kita berharap daerah juga menyuarakannya ke pusat, kata Ketua Gapasdap Provinsi NTB, Listyono Dwitutuko kepada Suara NTB, Kamis, 28 Mei 2020.

IKLAN

Pengusaha penyeberangan, terutama yang melayani penyeberangan Lembar (Lombok) Padang Bai (Bali) dan sebaliknya, sampai saat ini masih dipertahankan dilayani oleh 16 kapal sehari. Padahal, load factor (jumlah muatan yang terangkut oleh kapal berbanding dengan kapasitas kapal) sangat rendah, 10-20 persen. Sementara ini kita hanya melayani angkutan barang saja. 16 kapal sehari ini kita upayakan tetap beroperasi. Berharap untung-untungan, imbuh Lis, sapaan akrabnya.

Operasional kapal, beban tertinggi adalah bahan bakar. Dari total biaya operasional, di dalamnya komponen bahan bakar mendomininasi, sampai 70 persen. Karenanya, menyusul terjadinya penurunan harga minyak dunia, pengusaha kapal penyeberangan berharap, pemerintah pusat membijaksanai penurunan harga bahan bakar di Indonesia.

Setidaknya, beban operasional kita bisa dikurangi agar bisa bertahan. Keuntungannya bukan kepada pengusaha kapal saja, kepada seluruh moda transportasi, imbuhnya. Beratnya beban operasional, di tengah tuntutan layanan penyeberangan harus tetap dilayani, perusahaan tidak ada pilihan lain, selain melakukan efisiensi. Lis mengatakan, mengapa sampai saat ini perusahaan bertahan melayani penyeberangan Selat Lombok, lebih karena kebijakan subsidi silang.

Operasional untuk penyeberangan di Selat Lombok, ditutupi oleh penyeberangan di daerah lain. Saya rasa semua perusahaan melakukan hal itu, kalau tidak subsidi silang, otomatis tidak jalan. Karena itu, kita sangat mengharapkan pemerintah membijaksanai soal harga BBM ini. Kalau naik harga minyak dunia, silahkan di naikkan. Kalau turun, kita berharap diturunkan, demikian Manager Cabang Lembar PT. Dharma Lautan Utama ini. (bul)