Gangguan Kamtibmas Gili Trawangan Harus Diantisipasi

Tanjung (Suara NTB) – Dalam upaya mengantisipasi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) khususnya di Gili Trawangan, Kepolisian Subsektor Gili Indah, memberikan pembekalan ketangkasan kepada security perhotelan setempat. Sedikitnya 34 petugas jaga perhotelan diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamanan Wilayah.

Kapospol Subsektor Gili Indah, Ipda I Ketut Artana, Senin, 31 Oktober 2016 mengungkapkan pembekalan kepada petugas jaga perhotelan di Trawangan diberikan sebagai upaya menumbuhkan kepekaan petugas keamanan dalam menjalankan tugasnya. Gili Trawangan sebagai tujuan destinasi wisatawan nasional dan internasional, harus memperoleh pengawalan keamanan, termasuk dari kalangan security perhotelan.

Iklan

“Kami berikan pelatihan melibatkan Satbimmas Polres Lobar. Tujuannya untuk mempersatukan dan menciptakan kebersamaan dalam pengamanan dengan pihak kepolisian,” kata Artana.

Bimtek yang dilakukan kepada para petugas, sedianya sudah digelar pada Jumat lalu. Sebanyak 34 security terlibat mengikuti pelatihan ini. Esensi dari bimtek kali ini, tidak lepas dari upaya pengamanan Pulau jelang Natal dan Tahun Baru. Sebagai bagian dari wilayah yang ramai dikunjungi wisatawan, bukan tidak mungkin banyak aksi kriminal yang timbul di tengah masyarakat.

Menurut dia, pengamanan di tempat kerja (hotel) bagi seorang security merupakan tanggung jawab besar. Sebelum ancaman itu muncul, diperlukan adanya kewaspadaaan dini serta kepekaan untuk mendeteksi kemungkinan ancaman di tempat tugas.

“Apalagi kan mau Natal dan tahun baru, jelas pengunjung yang masuk ke 3 Gili akan meningkat,” sambungnya.

Artana mengharapkan melalui pemberian bimtek, para security juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi satu sama lainnya. Sebab citra keamanan tidak hanya menyangkut kondisi di tempat kerjanya, tetapi 3 Gili secara umum. “Mereka juga harus peduli dengan security yang bertugas di samping tempat usaha lain. Artinya ketika ada tindak kriminal, semua harus bersinergi, entah security pihak desa, maupun aparat kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak desa juga mempunyai cara sendiri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung 3 Gili. Salah satunya melalui penertiban lalu lintas traditional boat masyarakat, speed boat pengusaha Bali – Trawangan, agar menurunkan penumpang di dermaga yang disiapkan. Apabila masih ditemukan boat atau speed boat yang menurunkan penumpang di sembarang tempat, pihak desa dan kepolisian sepakat untuk menyita armada tersebut untuk jangka waktu 1×24 jam. (ari)