Ganggu Kenyamanan, Puluhan Sepeda di Gili Terawangan Ditertibkan

Tanjung (Suara NTB) – Puluhan sepeda yang diparkir sembarangan di areal dermaga Gili Trawangan ditertibkan oleh pemerintah desa setempat. Keberadaannya yang seolah tak bertuan mengganggu kenyamanan wisatawan maupun warga setempat, sehingga Pemdes Gili Indah, berinisiatif mengangkut sepeda-sepeda itu.

“Sepeda di sana itu memang sangat menggangu, kita sudah tertibkan tadi pagi. Lebih dari 100 sepeda yang kita tertibkan,” ungkap Kades Gili Indah, H. M. Taufik, Jumat, 29 September 2017.

Iklan

Sebelum memindahkan sepeda dari lokasi milik publik, Taufik mengakui sehari sebelumnya sudah mempermaklumkan kepada warga agar tidak memarkir di sembarang tempat. Apalagi tujuannya untuk bisnis (disewakan). Setelah dikeluarkan imbauan, pihaknya masih melihat sepeda tersebut masih berjejer, sehingga Jumat kemarin, Pemdes bersama Lang-lang Gili Indah, mengangkat sepeda tersebut.

Sepeda itu diangkut menggunakan Dongol (Cidomo tanpa Kap) untuk kemudian dibawa ke Lapangan Dusun Trawangan yang berada di belakangan pemukiman warga. Pemilik sepeda bisa mengambilnya sendiri di lokasi tersebut. “Yang merasa kehilangan sepeda, silakan cari sendiri di lapangan,” imbuhnya.

Usai menertibkan sepeda di areal pelabuhan, Taufik berharap tidak ada warga yang kembali memarkir sepedanya di areal yang telah ditertibkan. Pasalnya, upaya ini akan terus dilakukan guna menghindari kesan kumuh di areal publik.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyasar areal-areal publik lain di sekeliling Trawangan. Setiap sepeda yang diparkir sembarangan (misalnya di bahu jalan) dengan tujuan disewakan, maka siap diangkut ke lapangan oleh petugas desa.

Terpisah, langkah penertiban sepeda itu didukung oleh Komisi II DPRD KLU yang membidangi pariwisata. Ketua Komisi, Tusen Lasima, bahkan berharap agar Pemkab segera menindaklanjuti penataan lingkar Trawangan pascapenertiban roi pantai beberapa waktu lalu. “Harus ada intervesi dari pemerintah untuk memisah lajir jalan, mana untuk pejalan kaki, mana sepeda dan mana cidomo. Kita naik cidomo sampai khawatir, takut nabrak wisatawan yang bersepeda,” katanya.

Tusen menambahkan, penataan Gili agar dilakukan secepatnya. Sebab masyarakat juga menanyakan komitmen Pemkab usai bangunan mereka dirobohkan. “Sebetulnya menatanya, jangan lama-lama. Yang saya khawatirkan, perencanaan semua itu tidak matang,” tandasnya. (ari)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional