Gangga Disapu Banjir Bandang, Pasokan Air Bersih Warga Terputus

Air bah yang sangat deras mengalir di sungai dan merusak tanggul Kali Segara (perbatasan Tanjung - Gangga), Rabu, 1 April 2020. (Sumber: BPBD KLU)

Tanjung (Suara NTB) – Hujan lebat yang melanda wilayah Kecamatan Gangga, Rabu sore, 1 April 2020 berdampak pada datangnya banjir bandang. Meski banjir mengalir melewati sungai, namun kerusakan yang ditimbulkan cukup memengaruhi psikologi masyarakat.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, hujan lebat terjadi di bagian hulu, atau di wilayah Hutan Hujan Tropis. Di wilayah perkampungan yang dekat dengan pantai sendiri, hanya terjadi gerimis.

Iklan

Namun, hujan itu justru memunculkan abrasi di bagian hulu. Menyebabkan air berwarna cokelat. Volume airnya juga cukup besar sampai merusak tanggul Kali Segara (perbatasan Tanjung – Gangga).

Air menggenangi pemukiman warga di Dusun Pasir Biloan, KLU. (Sumber: Kades Bentek)

Titik yang terdampak dari air bah itu meliput, terputusnya aliran air bersih warga Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang.

Tidak hanya Kerta, dusun Penjor, Bulan Semu, Kerurak dan Sansambik juga diperkirakan terdampak karena pipa air yang terpasang di Lokoq (Kali) Angkup – hulu air terjun, sebagian hanyut. Khusus di Kerta saja, terdapat 1.017 jiwa yang menggantungkan suplai air dari hulu air terjun.

Untuk posisi kampung sendiri, cukup aman karena jarak dari air terjun lebih dari 500 meter. Namun demikian, pemda diminta tanggap situasi saat ini.

“Kami berharap, mulai besok (Kamis) BPBD atau Dinas Lingkungan Hidup bawakan warga Air bersih karena air saat ini berwarna cokelat. Barusan ini, saya sudah mematikan kran karena warnanya sangat cokelat dan tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Hakamah.

Anggota DPRD KLU yang berasal dari Dusun Kertaraharja ini membenarkan video yang beredar di media sosial adalah air terjun Kerta. Tebing air terjun tempat wisata favorit itu tidak longsor, namun airnya berwarna kecoklatan akibat air bah.

“Besok pagi saya cek langsung. Karena kalau dari suara gelegar sore harinya, seperti ada bebatuan tebing yang jatuh,” sebutnya.

Warga Mengungsi

Selain di lokasi wisata Kerta Gangga, air bah dari hulu sungai merendam perkampungan warga Pasir Biloan, Desa Bentek. Khusus di RT 7 – Pasiran, sejumlah warga terpaksa mengungsi karena ketinggian air disebut sampai di bawah lutut.

“Ada satu RT yaitu RT 7 yang mengungsi. Mereka pindah ke rumah warga yang ada di bagian atas,” ungkap Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya.

Kades Bentek menyebut sudah memantau kondisi warga yang seluruhnya beragama Budha itu. Ia juga akan turun ke lapangan, Kamis pagi guna melihat kendala dan kebutuhan warga yang dirasa mendesak.

Tanggul Jebol

Masih di Desa Bentek, Dusun Dasan Bangket juga menjadi kawasan terdampak. Beberapa rumah warga yang berada di bibir kali terancam abrasi. Apalagi tanggul kali sudah hanyut.

Warna Wijaya mengakui, tanggul hanyut akibat volume air kali Segara naik. Diperkirakan bentaran tanggul yang jebol lebih dari 20 meter dengan ketinggian tanggul 2 meter.

“Di San Bangket juga ada yang mengungsi. Sekitar 20 KK yang tinggal di bibir kali saya minta pindah,” katanya.

Warna menerangkan, kejadian ini pernah terjadi 11 tahun lalu. Saat KLU baru berusia 1 tahun. Tepatnya tahun 2009, Plt. Bupati KLU saat itu, H. Ridwan Hidayat harus menghadapi kenyataan jembatan penghubung desa Bentek putus.

Saat ini, tegas Warna, pemerintah harus mengambil langkah cepat. Sebab jika tidak ditangani, ia khawatir air bah berikutnya akan menyeret jembatan untuk kedua kalinya. “Kalau hujan lagi, bisa ambruk. Zaman Pak Ridwan (Hidayat) dulu, jembatan ini pernah putus,” sebutnya.

Terpisah, Kabid Darlog BPBD KLU, Pasek Supartha, mengakui tidak ada korban jiwa dalam kejadian Rabu sore. Air deras yang melintas di Kali Segara merusak tanggul namun tidak sampai ke perkampungan.

“Bibir sungai tergerus, jembatan sementara aman. Kondisi sudah tiang (saya) sampaikan ke Dinas PU untuk mendapatkan tindaklanjut,” ucap Pasek. Rabu sore saat kejadian, Pasek mengaku berada di lokasi untuk memantau. Ia baru beranjak setelah situasi dianggap kondusif. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here