Gandeng Dua BUMN, ITDC Mulai Garap Kawasan Timur The Mandalika

Penandatanganan kontrak kerjasama antara ITDC dengan dua BUMN, PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya, untuk pengembangan kawasan timur kawasan The Mandalika di The Nusa Dua Bali, Jumat lalu. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Pengembangan kawasan timur The Mandalika menjadi fokus selanjutnya dari PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Melalui skema joint operation, ITDC menggandeng dua Badan Usaha Milik Negera (BUMN) sekaligus yakni PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya, untuk menggarap kawasan yang sejauh ini belum banyak digarap tersebut. Kawasan itu, meliputi Pantai Tanjung A’an, Gerupuk dan sekitarnya.

Kesepakatan kerjasama itu pun sudah ditandatangani antara ITDC dan kedua BUMN tersebut, di The Nusa Dua Bali, Jumat, 5 Maret 2021. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer dengan perwakilan resmi PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya, Ir. Ari Asmoko, disaksikan sejumlah direksi dari para pihak .

Iklan

‘’Pengembangan kawasan timur ini meliputi pembangunan sarana dan prasarana jaringan jalan, normalisasi sungai. Pembangunan fasilitas amenity core, gerbang kawasan, dan konstruksi masjid area timur,’’ sebut Dirut ITDC Abdul M. Mansoer, dalam keterangan pers yang diterima Suara NTB, Minggu, 7 Maret 2021.

Ditambah pembangunan jaringan pipa air bersih, jaringan pipa air kotor, dan jaringan pipa air irigasi berikut kelengkapannya. Dengan target waktu penyelesaian pekerjaan fisik hingga dua tahun ke depan atau 730 hari kalender.’’“Kontrak paket ini merupakan paket kedua dalam program Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP) yang dibiayai secara penuh oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dengan total nilai mencapai Rp1,7 triliun,’’ sebutnya.

Abdulbar mengatakan, kesepakatan kerjasama tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen ITDC untuk mempercepat pengembangan kawasan The Mandalika. Sebagaimana yang diamanahkan oleh Presiden Joko Widodo saat peresmian operasional kawasan The Mandalika tahun 2017 silam. Harapannya, tentu kawasan The Mandalika menjadi destinasi pariwisata unggulan baru di Indonesia.

Pemilihan dua BUMN tersebut tentu bukan tanpa alasan. Selain sudah dinyatakan lolos dalam proses lelang secara internasional.  PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya, sudah sangat berpengalaman mengerjakan proyek-proyek nasional bahkan internasional. Sehingga pihaknya yakin kedua BUMN tersebut mampu menyelesaikan pembangunan infrastruktur di The Mandalika tepat waktu dengan kualitas internasional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dari 1.175 hektare luas kawasan The Mandalika, setidaknya sudah hampir 200 hektareyang dikerjasamakan pengelolannya sejauh ini. Baik untuk pembangunan properti, seperti hotel berbintang, area komersial, hingga SPBU. Dengan terus masuknya investasi tersebut pihaknya memperkirakan dalam lima tahun ke depan kawasan The Mandalika mampu menyerap hampir 5.000 tenaga kerja lokal .

Dalam lingkup lebih luas lagi, kawasan The Mandalika juga diproyeksikan akan mampu menaikkan tingkat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) khusus untuk sektor pariwisata NTB, hingga Rp18,8 triliun sampai tahun 2045. Prediksi tersebut jauh lebih tinggi dari prediksi PDBR tanpa adanya pengembangan kawasan The Mandalika yanag diperkirakan hanya Rp11,4 triliun.

‘’Dengan didukung potensi alam serta event IndonesianGP, kami optimistis The Mandalika dapat menjadi salah satu lokomotif kebangkitan industri pariwisata tanah air pascapandemi Covid-19. Serta mampu menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian NTB dan Indonesia,’’ pungkasnya. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional