Galian Batu Apung Longsor, Seorang Anak Meninggal Tertimbun

Kapolsek Batukliang Utara Ronoka mendatangi korban yang meninggal akibat tanah longsor di kediamannya, Kamis, 27 Februari 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebuah lokasi galian batu apung di Dusun Lantan Daye Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 27 Februari 2020, longsor. Dalam kejadian tersebut, seorang anak berusia 12 tahun meninggal setelah sempat tertimbun material galian. Korban sudah dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan di pemakaman setempat.

Keterangan dari warga setempat menyebutkan, kejadian naas tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Kala itu, korban Muhamad Haris tengah mengambil material galian batu apung di dekat rumahnya. Sampai masuk galian sekitar 3,5 meter, tiba-tiba tanah yang ada di atas galian longsor. Kejadian yang berlangsung tiba-tiba membuat korban tak sempat menyelamatkan diri. Seketika itu juga, korban langsung tertimbun.

Iklan

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha menyelamatkan korban. Namun lokasi korban yang tertimbun cukup dalam menyulitkan upaya penyelamatan. Terlebih tinggi tebing yang cukup dalam membuat warga yang hendak menyelamatkan korban jadi khawatir tertimbun.

Namun setelah melalui berbagai upaya, warga akhirnya berhasil mengevakuasi tubuh korban dari lubang galian. “Sekitar pukul 12.00 wita setelah hampir dua jam berusaha, tubuh korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari lubang galian,” sebut Tapaul, warga setempat.

Begitu berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Teratak. Tapi naas korban sudah tidak bernyawa sebelum sempat mendapat perawatan medis. “Korban sempat dilarikan ke puskesmas Teratak, tapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Diduga korban sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapat penanganan medis,” ungkap Kapolsek Batukliang Utara, AKP Ronoka, membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakannya, keterangan dari ibu kandung menyebutkan kalau kegiatan galian tersebut sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu. Dan, selama itu juga korban ikut menggali material di tempat tersebut bersama warga lainnya. Atas kejadian pihak korban ikhlas dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi mata kejadian tersebut. “Anggota sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan warga. Untuk memperoleh informasi yang jelas terkait kejadian tersebut,” terangnya. (kir)