Gaji Walikota Disumbangkan ke Nakes

Petugas kesehatan mengecek kesehatan pengendara di pos penyekatan di Jalan Lingkar Selatan saat penerapan PPKM darurat. Nakes akan mendapatkan bantuan paket sembako dari Pemkot Mataram. Bantuan itu berasal dari gaji yang disumbangkan oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Selain masyarakat terdampak Covid-19, Pemkot Mataram juga  memberikan bantuan bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Bantuan berupa paket sembako tidak bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan gaji dan tunjangan yang diterima oleh Walikota.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menyampaikan, gaji beserta tunjangan yang diterima oleh Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana telah terkumpul sekitar Rp132 juta lebih. Dana tersebut akan disumbangkan ke tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di puskesmas dan rumah sakit di Kota Mataram. “Gaji Pak Wali sudah terkumpul. Uang itu mau disumbangkan untuk tenaga kesehatan,” kata Sekda ditemui usai rapat, Selasa, 3 Agustus 2021.

Iklan

Bantuan yang diberikan ke nakes dalam bentuk paket sembako. Sekda tidak menjelaskan secara detail item apa saja yang bakal diberikan. Isian satu paket itu nantinya akan diatur secara teknis oleh Dinas Sosial. “Kita serahkan ke Dinas Sosial yang mengatur,” katanya.

Rupanya Walikota kata Sekda, melihat nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Mataram. Sehingga, nakes baik itu dokter, perawat dan bidan serta petugas kesehatan lainnya perlu mendapatkan perhatian. Meskipun pemerintah sudah memberikan insentif setiap bulannya, akan tetapi, nakes juga butuh perhatian dalam bentuk lainnya.

Tenaga kesehatan di Puskesmas Cakranegara, Aliman Sapta Hadi mengaku bersyukur akan adanya bantuan sembako yang diberikan ke tenaga kesehatan. Meskipun jumlahnya kecil tetapi Pemkot Mataram telah memberikan perhatian ke nakes yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19.

Namun di satu sisi, Aliman memberikan masukan agar bantuan tidak saja diprioritaskan ke nakes yang menangani pasien Covid-19. Nakes bekerja di instalasi gawat darurat juga harus diperhatikan. Dari sisi risiko keterpaparan Covid-19 sangat tinggi. Karena, pihaknya langsung bersentuhan dengan pasien. “Kita yang kerja di IGD langsung berinteraksi dengan pasien. Kita ndak tahu apakah dia covid atau tidak, karena kebanyakan yang OTG. Saya dan sebagian teman juga terpapar Covid-19,” ujarnya.

Walikota Mataram,H. Mohan Roliskana membenarkan, gaji dan tunjangan yang diterima akan disalurkan ke tenaga kesehatan. Menurutnya, nakes menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19,sehingga perlu juga diberikan perhatian lebih meskipun pemerintah sudah memberikan insentif. “ Sekitar 400 – 500 nakes di puskesmas dan rumah sakit yang akan kita berikan bantuan,” sebutnya. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional