Gaji PNS KII Dompu Diduga Dipotong

Ilustrasi Uang (pxhere)

Dompu (Suara NTB) – Setelah begitu lama memperjuangkan nasib, PNS KII 256 kembali menuai persoalan. Pasalnya, dari 20 persen sisa gaji yang belum terbayar sebagian diantaranya diduga dipotong oleh Bagian Keuangan Dikpora Dompu. Dalihnya sesuai keikhlasan PNS dengan kisaran nilai Rp100-Rp500 ribu/orang. Kondisi itu lantas menuai keluhan sejumlah PNS.

Ketua Forum PNS KII 256, Kusuma Atmaja dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya keluhan itu saat pengambilan sisa gaji kemarin di Bagian Keuangan. “Kalau potongan tidak ada tarifnya, seiklasnya Rp100 ribu atau Rp200 ribu,” ungkapnya.

Iklan

Pemotongan gaji dengan dalih seikhlasnya itu kemungkinan hanya dialami sebagian PNS saja. Karena saat gilirannya masuk mengambil gaji, mereka tidak melakukan pemotongan. Pun dirinya tidak mau memberikan sumbangan. “Saat saya masuk tidak dipotong, ndak saya kasi juga sumbangan,” ujarnya.

Sekretaris Dikpora, Lukman, SE, yang dikonfirmasi terkait persoalan tersebut tak berani berkomentar lantaran tidak tahu menahu adanya pemotongan gaji PNS KII 256. Prinsipnya, siapapun tidak dibenarkan melakukan pemotongan karena bertentangan dengan aturan.

Sementara Kasubag Keuangan Dikpora Kabupaten Dompu, Sri Yeni Fitriawati dengan terbata membantah adanya pemotongan gaji tersebut. “Kemarin itu ndak ada pemotongan gaji, cuma apa ya istilahnya. Ndak ada kita lakukan pemotongan karena kita ndak berani juga,” cetusnya.

Mengingat dirinya dan pegawai lain berada dalam satu ruangan saat pemberian gaji secara bergiliran padan PNS KII, ia meyakinkan tak ada pemotongan tersebut karena khawatir dituduh melakukan pengutan liar.

Mulanya, tambah dia, gaji PNS KII akan ditransfer via rekening masing-masing. Namun mengingat sebagian besar dari mereka banyak yang belum memiliki buku rekening sehingga diputuskan pembayaran gajinya secara tunai di Kantor Dikpora. Besaran gaji untuk enam bulan sisanya bervariasi, mulai kisaran Rp2-Rp3 juta/orang. “Tergantung golongan dan masa kerja sesuai dengan SK mereka,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional