Gaji Minus, Ratusan ASN Pemkot Tak Dipotong Zakat

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terpaksa tidak memotong 2,5 persen zakat aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Mataram. Alasannya, ratusan pegawai memiliki gaji minus.

Sebagai gantinya kata Kepala Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malaka dikonfirmasi usai menggelar rapat, Kamis, 22 Februari 2018, tunjangan kinerja daerah (TKD) pegawai tersebut dipotong satu persen sebagai infak. “Apanya yang mau kita potong, gaji mereka saja ndak ada,” kata Mahsar.

Iklan

Dia mencatat ASN yang memiliki kewajiban membayar zakat 2,5 persen sejumlah 5.710 orang. Sedangkan, sekitar 10 persen dari jumlah itu tidak membayar zakat,tapi diganti dengan infak. Bagi pegawai di OPD sambungnya, tetap dipotong infak dari gaji dan TKD mereka. “Tetapi ASN sudah berjalan, TKD dan gaji dipotong jalan terus,” ujar Mahsar.

Baznas mengkalkulasi bahwa potensi zakat dari ASN Kota Mataram mencapai Rp 6 miliar. Dari potensi itu kata dia, ditargetkan zakat dipotong dari pegawai mencapai Rp 5 miliar. Sebab, ia berkaca dari pencapaian di tahun 2017 yakni Rp 4,74 miliar.

Jumlah ini pun setelah gaji guru SMA/SMK jadi kewenangan Pemprov NTB. “Kalau ndak ditarik ke Provinsi mungkin lebih dari ini,” imbuhnya.

Baznas pernah mewacanakan menarik zakat rekanan yang memenangkan tender di masing – masing OPD sebesar 2,5 persen. Tetapi kata Mahsar Malaka, wacana itu belum bisa terealisasi. Karena rata – rata OPD belum siap. “Pak Sekda memberikan pengarahan seperti itu. Tapi belum pada siap. Mungkin tahun depan baru bisa mulai,” demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional