Gaji Guru Honorer di Lobar di Bawah Standar Garis Kemiskinan

Hj. Nurul Adha (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Gaji yang diterima para guru honorer atau guru tetap daerah (GTD) di Lombok Barat (Lobar) berkisar Rp400 ribu per bulan. Dengan gaji yang diperoleh ini maka para guru honorer masuk kategori di bawah standar garis kemiskinan. Pasalnya, mengacu penghasilan standar garis kemiskinan tahun 2020 di Lobar mencapai Rp439.595 per orang per bulan. Kondisi gaji para pahlawan tanpa tanda jasa ini pun membuat kalangan DPRD Lobar prihatin.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mengatakan gaji guru honor di Lobar sangat tidak layak. “Pada pembahasan dengan eksekutif, kami sampaikan kalau guru honorer, GTD kita yang hanya gajinya Rp400 ribu per bulan itu kan masuk di bawah standar garis kemiskinan daerah Lobar,” ungkapnya pada Suara NTB, Selasa, 6 April 2021.

Iklan

Menurutnya, jika gaji guru honor di bawah standar garis kemiskinan, maka bisa dikatakan mereka masuk kategori miskin. Karena mengacu standar garis kemiskinan tahun 2020 di Lobar mencapai Rp439.595 per orang per bulan.

Karena bicara tugas para guru sungguh berat dan mulia, mendidik generasi daerah dan bangsa. Akan tetapi dari sisi penghasilan mereka belum terjamin. Kalau para guru memiliki penghasilan di luar atau pekerjaan sampingan, maka mungkin bisa sedikit menutupi biaya hidup Mereka. Tak sedikit, para guru hanya mengandalkan gaji. “Kalau mereka tidak punya pekerjaan sampingan, mereka hanya mengharapkan gaji yang tak seberapa,” aku dia.

Untuk itu, harapnya, gaji para guru ini harus dipikirkan oleh Pemda untuk menaikkan. Paling tidak setara dengan tenaga kontrak sebesar Rp 750 ribu bahkan bisa dinaikkan lagi. Karena mengacu standar upah kabupaten sangat jauh. Apalagi bicara dengan gaji ASN, padahal mereka memiliki tugas dan beban kerja yang sama dengan ASN. Pihak DPRD sudah jauh hari mengusulkan ke Pemda agar gaji mereka dinaikkan. Akan tetapi, usulan itu belum ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. “Kami harapkan apa yang menjadi harapan dari para guru dan yang kami usulkan dari DPRD untuk kenaikan gaji mereka bisa ditindaklanjuti oleh Pemda,”terang dia.

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengaku gaji yang diterima tenaga kontrak dan guru honor di Lobar jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) sekitar Rp2,1 juta. Pasalnya, gaji yang mereka terima berkisar Rp400-750 ribu per bulan. Dengan gaji yang diperoleh ini maka para tenaga kontrak khususnya guru honorer masuk kategori di bawah standar garis kemiskinan. Pasalnya, mengacu penghasilan standar garis kemiskinan tahun 2020 di Lobar mencapai Rp439.595 per orang per bulan.

Kaitan dengan kenaikan gaji mereka, kata bupati, Pemda Lobar mengalami kendala fiskal. Apalagi tahun ini sangat sulit bisa terealisasi, karena diketahui bersama dampak Covid-19 sangat mempengaruhi fiskal daerah. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional