Gagal Tender 2018, Lotim Kembali Minta Proyek Pembangunan Pasar

Kepala Disperindag Lotim, H. Teguh Sutrisman

Selong (Suara NTB) – Proyek di tujuh pasar senilai Rp15 miliar yang gagal tender tahun 2018 ini kembali diperjuangkan untuk bisa dikembalikan lagi oleh pemerintah pusat tahun 2019 mendatang. Usulan sudah disampaikan dengan surat bupati langsung ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Menteri Keuangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, H. Teguh Sutrisman dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (7/12) mengatakan, Kabupaten Lotim memang menjadi daerah yang tetap dipercaya melaksanakan Tugas Pembantuan (TP) untuk pembangunan pasar.

Iklan

Setiap tahun, Lotim dapat alokasi Rp6 miliar. Untuk proyek tambahan Rp 15 miliar itu terjadi gagal tender dikarenakan keterlambatan juga dalam proses lelangnya. Keterlambatan terjadi karena Pemerintah Pusat juga memberikannya selang beberapa bulan di akhir tahun 2018. “Dipanya pusat itu akhir Oktober 2018,” tuturnya.

Proyek pembangunan los pasar di tujuh pasar itu diterima Lotim, karena memang menjadi kebutuhan pedagang-pedagang di pasar-pasar yang dipilih. Seperti pasar Apitaik, Pasar Suela, Pasar Montong Beter dan Pasar Kotaraja. Daya tampung pasar masih sangat terbatas, sehingga diperlukan ada penambahan los, sehingga bisa menampung semua pedagang. “Karena daya tampung tidak mencukupi, sehingga kita usulkan lagi agar bisa diberikan,” ungkapnya.

Lotim, disebut menjadi satu-satunya daerah yang berhasil melelang proyek tersebut dari enam kabupaten lainnya yang diberikan TP tambahan. Meskipun memang gagal. Akan tetapi sudah ada ikhtiar dari pemerintah daerah dan kabarnya hal ini diapresiasi oleh pemerintah pusat.

Saat ini, Disperindag Lotim menunggu jawaban pusat. Komitmen pusat sudah jelas ingin membantu Lombok sebagai daerah yang terkena gempa.

Sementara itu, mengenai pembangunan pasar yang diakukan tahun 2018 ini dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah dirampungkan, yakni Pasar Kotaraja, Suela dan Montong Baik, masing-masing Rp1,2 miliar. Sedangkan TP Rp 6 miliar di Apitaik sudah siap tuntas akhir 2018 ini. “Apitaik progresnya sudah 90 persen,” ucapnya.

Tahun 2019 mendatang, sambungnya ada DAK sebesar Rp 4,4 miliar untuk tiga lokasi pasar. Rencananya untuk Jineng, Suralaga dan Sajang Sembalun. Sedangkan untuk tugas pembantuan rencana akan membangun pasar bersih di Paok Motong. “Itu rencananya di tempat yang baru, karena sudah diberikan oleh provinsi untuk pemanfaatannya,” demikian. (rus)