Gagal Gandakan Uang, Oknum Dosen Culik Orang

Mataram (Suara NTB) – Niat AI (56) kaya mendadak malah buntung. Oknum dosen Universitas Mataram itu hendak menggandakan uang Rp 90 juta. Uang diserahkan namun tak kunjung berlipat. Tersangka pun menculik FN, anak dari sang pengganda uang.

Dijelaskan Kapolres Lombok Timur, AKBP Wingky Adhityo Kusumo, tersangka yang berkomplot dengan tiga orang lainnya ditangkap di rumahnya di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin, 17 April 2017 sekitar pukul 13.00 Wita. Korban yang ada di rumah itu berhasil dievakuasi meski sebelumnya sempat disekap selama empat hari.

Iklan

“Tersangka diduga pelaku penculikan dengan korban FN sudah kita amankan sekarang masih pemeriksaan. Motifnya kecewa dikira ditipu penggandaan uang,” ujarnya ditemui di Mapolda NTB, Selasa, 18 April 2017.

Ia menjelaskan, dugaan penculikan itu terjadi di Kecamatan Masbagik, Lotim, Kamis 13 April 2017 lalu. Beberapa hari sebelumnya, tersangka mendatangi rumah korban untuk menggandakan uang.

“Dia (tersangka) datang membawa uang untuk digandakan. Tapi tidak berhasil. Dia tidak puas dan selanjutnya merancang strategi untuk bertemu dengan korban dan orang tuanya,” kata Wingky.

Pertemuan pun terwujud. Tersangka membawa tiga kawan, SK (47), PH (46) warga Pujut, Loteng, dan PT (50) warga Masbagik, Lotim. Setelah bertemu lalu tersangka ingin membawa paksa orang tua korban namun dihalangi korban. Orang tua korban berhasil lari. Sementara FN yang diangkut tersangka.

Modus oknum dosen Fakultas Hukum pun tergolong penuh tipu muslihat. “Pada saat membawa korban, mereka ini mengaku intel dan buser yang akan membawa korban ke Polda NTB. Tapi ketika sampai di Mantang, Loteng mereka belok ke arah rumah AI,” jelasnya.

Setelah ditelusuri, lanjut Wingky, para pelaku dan korban kemudian dapat diamankan dalam penggerebekan di rumah tersangka AI di Pujut, Loteng. Pelaku PT ditangkap di Keruak, Lotim.

“Saat ini tersangka dan pelaku lain sedang dalam pemeriksaan. Situasi kondusif. Percayakan penanganannya pada kepolisian,” tandas Wingky. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here