Gagal di Sepak Bola, Andrian Berprestasi di Atletik

Andrian. (Suara NTB/ist)

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, sebab dari kegagalan itulah seseorang mendapatkan kesuksesan. Begitulah  sepenggal cerita yang mengisahkan kesuksesan atlet PON andalan NTB, Andrian.

Atlet asal Kabupaten Bima ini merupakan atlet peraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016. Dan saat ini ia tengah dipersiapkan mewakili NTB di PON XX di Papua tahun 2021.

Iklan

Perjalanan Andrian meraih medali  emas di event nasional hingga internasional bukanlah perjalanan tak berliku. Putra Yasin Abakar dan Farida (Alamarhumah) ini mengungkapkan bahwa sebelum sukses mencatatkan prestasi di nomor lari 400 meter gawang dia mengawali karirnya di sepak bola, lompat tinggi dan lompat jauh.

Namun Andrian gagal menjadi pemain sepak bola karena gagal membawa tim sepak bola Kabupaten Bima ke ajang nasional Porseni tahun 2005.  Meski gagal disepak bola namun Andrian tidak pernah menyerah. Dalam hal ini gagal disepak bola Andrian banting setir ke cabor lain.

Andrian bersyukur karena guru olahraga  di Kabupaten Bima memberikan kesempatan kepadanya untuk tampil di nomor atletik.  Dan Andrian berhasil meraih meraih peringkat dua di  nomor lompat jauh dan lompat tinggi Porseni NTB tahun yang sama (2005).

Sukses di Porseni  NTB tahun 2005 dari situlah Andrian memulai karirnya sebagai atlet atletik NTB. Maklum setelah meraih prestasi di Porseni tahun 2005, Andrian langsung dipromosikan menjadi atlet pelajar  unggulan NTB. Dan menjalani latihan terpusat di PPLP NTB.

Prestasi  Andrian  dimulai dari tingkat pelajar, awalnya ia menjuarai nomor 400 meter pada Kejurnas Atletik  Remaja antar-PPLP di Jakarta tahun 2008. Sukses di event nasional, Andrian mewakili tim atletik Indonesia di Asian School di Thailand tahun 2009 dan meraih medali emas di 400 meter.

Meski sempat sukses di nomor 400 meter, namun prestasi Andrian di nomor tersebut tidak bertahan lama. Oleh karena itu di tahun 2009 Andrian  pindah latihan di  nomor 400 meter gawang.

“Alasan saya pindah ke nomor 400 meter gawang karena persaingan di nomor 400 meter saat itu cukup ketat. Apalagi  NTB punya atlet  nasional, Arif Rahman yang selalu juara di level nasional,” ucap Andrian kepada  Suara NTB di Mataram, Minggu (22/8).

Pilihan Andrian berlatih di nomor gawang boleh dikatakan sangat tepat. Pasalnya, Andrian berhasil meraih medali emas di nomor 400 meter gawang pada Kejurnas Atletik Senior tahun 2010. Prestasi tersebut membuat Andrian dipanggil mewakili tim Indonesia di SEA Games 2011, terkahir  di SEA Games 2017 dia  berhasil meriah medali perunggu.

Kemudian ketika mewakili NTB di PON Riau tahun 2012, Andrian berhasil meraih medali emas di nomor 400 meter  gawang  putra. Selanjutnya di PON tahun 2016 Andrian kembali berhasil meraih medali emas di nomor yang sama dan meraih medali emas di nomor estafet 4×400 meter putra. Saat ini Andrian kembali dipersiapkan mewakili NTB di PON Papua tahun 2020, rencana ia akan turun di nomor 400 meter gawang dan estafet 4×400 meter putra.(fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here