Gagal Bertemu Pimpinan Dewan, Aksi Demonstrasi di DPRD NTB Anarkis

Massa aksi bertindak anarkis dengan merobohkan pagar besi gerbang Kantor DPRD NTB setelah gagal bertemu pimpinan Dewan. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Puluhan warga aksi kembali menggedor Kantor Wakil rakyat DPRD Provinsi NTB di jalan Udayana Mataram pada Rabu, 28 Juli 2021. Mereka meminta kesediaan pimpinan dewan  menemui warga untuk berdialog terkait aspirasi yang ingin mereka sampaikan.

Namun setelah menunggu cukup lama, tak satupun Pimpinan Dewan yang keluar menemui mereka. Hal ini kemudian memicu massa memaksa masuk ke gedung wakil rakyat tersebut dengan tujuan menemui pimpinan langsung ke ruangannya.

Iklan

Akan tetapi keinginan massa masuk ke dalam gedung terhalang karena pintu gerbang utama Kantor DPRD ditutup. Di bawah teriknya matahari, massa aksi pun bertindak beringas dengan tetap memaksa mendorong pintu gerbang pagar besi tersebut sampai berhasil dirobohkan.

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang ada di lapangan memantau jalannya aksi demonstrasi tersebut tak bisa berbuat banyak. Usahanya untuk menjelaskan bahwa pimpinan dewan sedang tidak ada di tempat tak ditanggapi oleh massa.

“Inikan lagi lockdown, tidak ada pimpinan. Mereka meminta untuk diterima pimpinan. Tapi kan pimpinan tidak ada yang masuk karena lagi PPKM,’’ terang Mahdi saat dikonfirmasi di sela-sela aksi demonstrasi berlangsung.

Menurut Mahdi sejak pemberlakuan PPKM darurat di Kota Mataram, Kantor DPRD Provinsi NTB ditutup, sehingga tidak ada anggota Dewan yang masuk kantor. Hanya ada sekitar 25 persen dari pegawai Sekretariat yang masuk kantor.

Masa aksi yang kecewa tak ditemui Pimpinan DPRD tersebut tetap berorasi membacakan tuntutan dan aspirasinya. Adapun tuntutan massa antara lain menolak pemberian tunjangan beras untuk pejabat aparatur sipil negara (ASN). Kemudian mendesak Gubernur NTB untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat NTB.

Selanjutnya masifkan sosialisasi terkait vaksin di seluruh wilayah NTB dan dilakukan verifikasi data kemiskinan. Produksi segala peralatan medis untuk memerangi Covid-19 dan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Selanjutnya, tes Covid-19 secara gratis.

Setelah itu, massa yang tidak berhasil bertemu dengan perwakilan DPRD, akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (ndi)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional