Gagal Bertarung, Lalu Rudi Fokus Kejar Pangkat Jenderal

Mataram (Suara NTB) – Sekitar awal 2015 lalu, Kolonel Lalu Rudy Irham Srigede, ST, MT mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya putra daerah yang pertama kali memagang tongkat Komando Komandan Korem (Danrem) 162/WB.

Dari sini, nama pria kelahiran Lombok Tengah ini mulai dikenal luas masyarakat NTB. Atas torehan prestasinya itulah, ia mulai dilirik oleh masyarakat untuk digadang-gadang sebagai calon pemimpinan daerah masa depan.

Iklan

Semasa menjabat sebagai Danrem 162/WB, ia melakukan berbagai gebrakan, khusunya di sektor pertanian. Ia betul-betul menempatkan dirinya sebagai orang yang paling depan berdiri untuk membela kepentingan mayoritas masyarakat NTB yang beprofesi sebagai petani. Menjaga kedaulatan pangan adalah misinya.

Selain itu, kegiatan-kegiatan sosial juga tidak kalah banyak yang ia lakukan. Berbgai terobosan-terobosan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang dia lakukan. Menjadikan citra TNI pada masa kepemimpiannya, di tengah masyarakat mendapat apresiasi positif.

Ia betul-betul ingin menujukkan TNI sedang melakukan reformasi, sesuai dengan slogannya, TNI kuat bersama rakyat. Lalu Rudi, sapaan akrabnya, benar-benar mendekatkan TNI dengan rakyat NTB.

Buah dari hasil kerja-kerja sosialnya itu, kemudian membuat dia mulai dirilik oleh masyarakat NTB. Seiring dengan makin dekatnya perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepal daerah NTB 2018, mulai muncul aspirasi dan dorongan dari tengah-tengah masyarakat agar Lalu Rudi bersedia untuk tampil bertarung di Pilkada NTB 2018 ini.

Aspirasi tersebut lantas tidak langsung dia amini. Lalu Rudi tidak cepat tergoda dengan dorongan tersebut. Ia tetap konsisten melaksanakan tugasnya sebagai Danrem 162/WB.

Ditengah aspirasi dan dorongan masyarakat terhadap Lalu Rudi untuk tampil di pilkada NTB 2018, semakin kencang, tiba-tiba ia harus mengakhiri tugasnya sebagai Danrem 162/WB, karena dia mendapat promosi jabatan dari Mabes TNI, sebagai orang ketiga di Kodam IX Udayana, dengan jabatan Irdam IX/Udayana.

Pada awal tahun 2017, konstelasi politik menjelang Pilkada NTB 2018, makin menghangat. Partai-partai politik mulai membuka pedaftaran menseleksi putra dan putri terbaik daerah untuk diusung sebagai kandidat bakal calon kepala daerah NTB.

Kencangnya dorongan masyarakat NTB yang menginginkan dirinya untuk turun tampil ambil bagian dalam proses perebutan kekuasaan di pilkada NTB, tidak mampu ia bendung, akhirnya memaksa dirinya untuk mengambil sikap, dan memutuskan untuk turun tampil bertarung.

Lalu Rudi, mulai mengikuti proses penjaringan parpol. Tidak tanggung-tanggung ia mendaftar di lima partai, yakni PPP, Hanura, PKB, PAN dan Demokrat. Lalu Rudi kemudian tampil menjadi nominasi di masing-masing partai tersebut.

Namun dari panjangnya proses politik di internal partai-partai tersebut, hingga penutupan pendaftaran di KPU, pada tanggal 8-10 Januari lalu, namanya tidak muncul untuk diusung oleh satu partaipun.

Perjuangannya untuk tampil di pilkada NTB 2018, sudah selesai, harapan masyarakat terhadap dirinya langsung terkurbur. Empat kandidat pasangan calon Resmi tampil di pilkada NTB 2018.

Lalu Rudi yang dihubungi Suara NTB, Jumat, 12 Januari 2018 kemarin, mengatakan bahwa empat pasangan calon yang berhasil lolos sebagai peserta Pilkada NTB, menurutnya itu adalah putra–putri terbaik NTB.

“Semoga masyarakat memilih para putra terbaik NTB itu dengan hati nurani masing-masing tanpa harus diiming-imingi sesuatu,” pesannya.

Ia pun menunjukkan sikap kenegarawanannya. Ia tidak menujukkan perasaan kecewanya terhadap partai politik yang tidak merekomendasikan namanya. Ia mengaku sangat menghargai apapun keputusan yang ambil oleh partai politik, termasuk tidak memilihnya.

“Kalau masalah partai politik, mereka punya mekanismen masing-masing dalam menjaring pimpinan nasional maupun daerah. Tapi yang jelas untuk menyiapkan pemimpina tersebut memang menjadi tugas partai. Kalau masalah kualitas atau pragmatisme politik di partai, saya rasa sangat subjektif, kalau saya yang menilai, yang jelas, bagi saya masing-masing partai punya parameter sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lantas setelah gagal ikut bertarung di pilkada NTB 2018, apa kemudian rencana ke depan yang akan dipersiapkannya? Lalu Rudi menjawab bahwa ia belum berpikiran untuk terjun ke dunia politik, terutama pada pemilu 2019. Ia ingin fokus untuk meraih pangkat Jenderal-nya di TNI.

“Saya tentu fokus di TNI dulu saat ini, belum memikirkan hal yang lain,” tutupnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional