Gadai Emas Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Bisnis gadai emas tumbuh cukup menggembirakan di tengah pandemi Covid-19. PT. Gadai Mas NTB bahkan makin ekspansif mengembangkan jaringan pelayanannya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Bisnis gadai emas tumbuh cukup menggembirakan di tengah pandemi Covid-19. PT. Gadai Mas NTB bahkan makin ekspansif mengembangkan jaringan pelayanannya.
Per Juni 2021 ini, pencapaian target bisnis bahkan mendekati target (91 persen) dari yang direncanakan. Direktur PT. Gadai MAS NTB, Faisal, didampingi Kepala Cabang Ampenan, Ni Nyoman Yullia Santhi Dewi menyebut, kebutuhan masyarakat untuk pemenuhan modal usaha dan kebutuhan ekonominya cukup tinggi. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah satu alternative yang mudah dan gampang di akses adalah ke usaha pergadaian.

PT. Gadai Mas NTB sendiri mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan Maret tahun 2020 lalu. Saat ini ada empat kantor cabang di NTB. yaitu kantor cabang Ampenan untuk wilayah Mataram, Kantor Cabang Praya untuk Kabupaten Lombok Tengah. Kantor Cabang Keruak untuk Wilayah Lombok Timur, dan Kantor Cabang Alas untuk wilayah Pulau Sumbawa.

Iklan

Kantor cabang ini juga didukung outlet PT. Gadai Mas NTB yang jumlahnya saat ini sebanyak 33 unit, tersebar di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat. Tahun 2021 ini jumlah outlet untuk pelayanan kepada masyarakat ditargetkan bertambah menjadi 41 unit.
“Kami juga terus mempersiapkan membuka kantor cabang dan outlet untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,” kata Faisal.

PT. Gadai Mas NTB sendiri hadir ke NTB untuk memenuni kebutuhan pasar gadai emas yang masih terbuka. NTB ini menurut Faisal dan Yullia memiliki karakteristik yang unik. Karena salah satu instrument yang digunakan untuk menabung adalah emas. Baik emas dalam bentuk perhiasan, maupun emas batangan. Bahkan emas dianggap sebagai warisan.

Emas-emas inilah biasanya dijadikan agunan di pegadaian (digadai) saat dibutuhkan modal. Baik usaha, maupun pertanian. Di Kantor Cabang Ampenan misalnya, karakteristik masyarakatnya dapat dipotret. Saat sedang tidak melaut, emas yang disiampan dijadikan agunan di Pegadaian untuk mendapatkan modal memenuhi kebutuhan ekonominya. Saat hasil tangkapnya melimpah, emas-emas yang dijadikan agunan ini kemudian ditebus kembali.

Demikian juga di pasar-pasar tradisional, saat para pedagang membutuhkan penambahan modal. Mereka memilih jasa pegadaian untuk mendapatkan tambahan modal. Di Lombok Timur dan Lombok Tengah, emas-emasnya biasanya digadaikan ketika membutuhkan modal untuk produksi. Terlebih saat ini tengah memasuki musim tembakau. Pada saat masa tanam padi, emas juga dijadikan agunan di pegadaian untuk mendapatkan modal produksi dengan cara mudah dan cepat.

“Lalu ada lagi trend di Kota Mataram, adik-adik yang kuliah yang membutuhkan modal untuk biaya pendidikannya, mereka menggadaian emas yang dipegangnya. Cara ini mulai trend di kalangan millennial kuliahan,” jelas Yullia.
Masa pengembalian empat bulan. Dan dapat diperpanjang bekali-kali. Agar masyarakat tetap mendapatkan modal usaha dan kebutuhan ekonomi dengan cara cepat dan mudah, ditengah pandemi Covid-19 ini, PT. Gadai Mas NTB memberikan pelayanan jemput bola dengan melakukan pick up service gadai. Mendatangi pemilik emas yang ingin menggadaikan emasnya. Kemudian diproses penaksiran barang gadai (emas) dikantor lalu dana bisa diantarkan kepada nasabah yang bergadai.

“Kami juga datangi pemilik emasnya ke rumah. Layanan pick up (jemput bola) ini kami terapkan selain memudahkan masyarakat, juga untuk menghindari kerumuman di kantor pelayanan kami. Sebagai ikhtiar kita bersama melawan Covid-19,” imbuhnya.

Selain kemudahan pelayanan ini, margin yang disiapkan PT. Gadai Mas NTB juga lebih kompetitif dengan beberapa program yang menarik. Hanya saja, sementara ini produk pelayananannya hanya gadai emas. Namun sudah direncanakan untuk ekspansi bisnis ke produk-produk pegadaian lainnya.(bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional