Fraksi Golkar DPRD NTB Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM

Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda turun bersama fraksi membagikan bantuan sembako bagi warga terdampak kebijakan PPKM di Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang-pedagang kecil dan kaki lima.

Melihat hal itu DPD Partai Golkar Provinsi NTB kemudian menginstruksikan kepada seluruh kadernya yang duduk sebagai anggota DPRD baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar turun bergotong-royong membantu warga yang terdampak PPKM level 4.

Iklan

Semua anggota fraksi partai Golkar diharapkan untuk bersedia keluar iuran untuk mengumpulkan paket bantuan ratusan paket sembako serta kebutuhan lainnya untuk diberikan kepada masyarakat yang paling terdampak. Untuk wilayah Mataram, aksi tersebut dikordinir langsung oleh Fraksi Golkar DPRD NTB di bawah komando Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

“Usaha warkop adalah yang paling terdampak. Mereka bersama ojek online, penjual kacang, makanan dan minuman juga sangat terdampak. Di situ, partai harus ikut peduli dengan saya diperintahkan oleh Pak Mohan untuk menggerakkan fraksi menggelar aksi sosial kepada warga terdampak PPKM Darurat di Kota Mataram,” ujar Isvie pada Kamis, 29 Juli 2021.

Isvie yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB itu, memang memprioritaskan para pemilik warkop, karena mereka dinilai sangat terpukul dengan pemberlakuan PPKM. Bagi-bagi ratusan sembako itu tidak saja terbatas membantu di setiap dapil anggota fraksi, tapi juga warga secara luas.

Ketua Umum PP IKA Unram itu juga mengaku pihaknya mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkot Mataram. Meskipun kebijakan ini memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

“Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk gelap. Intinya, apa yang dilakukan pemerintah dan Pemda NTB juga Pemkot Mataram, mulai PPKM Mikro memang dilematis. Tapi, itu untuk kenyamanan kita semua untuk menekan angka penyebaran Covid-19 yang cenderung kian meningkat akhir-akhir ini,” ujar Isvie.

PPKM ini diyakini bermanfaat untuk kepentingan jangka panjang dalam penanganan pandemi Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali, khususnya di Kota Mataram. “Tentu akan ada kerugian ekonomi yang ditimbulkan, namun di tengah wabah yang melonjak secara drastis dan membuat fasilitas tenaga kesehatan kewalahan, kebijakan ini harus diterima dengan lapang dada,” ucap Isvie.

Aksi sosial fraksinya diharapkan bisa menjadi pemacu semangat semua stakeholder di Kota Mataram untuk menunjukkan nilai-nilai ke-Indonesia-an dengan bergotong royong. Bergandengan tangan menangani pandemi ini secara bersama-sama, baik menjadi relawan maupun mendonasikan sedikit hartanya untuk meringankan warga terdampak.

“Mudah-mudahan, bantuan sembako yang tidak seberapa ini, bisa sedikit meringankan beban hidup mereka dalam menghadapi masa PPKM Darurat ini,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional