FPT Momen Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan

Dompu (Suara NTB) – Plt Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Dompu, H. Ichtiar mengatakan event Festifal Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 ini bukan semata-mata agenda seremonial. Terlebih kegiatan tersebut ialah momen menumbuhkan ekonomi kerakyatan, khususnya di Dompu.

Terlaksananya FPT yang telah melibatkan semua unsur ini menurutnya memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, terutama untuk pedagang kecil yang kini tampak berlomba-lomba menjajakan barang dagangan di beberapa titik keramaian lokasi palaksanaan FPT. “Ini dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan, jadi harus tetap kita tingkatkan,” katanya kepada wartawan ditemui di objek wisata Sarae Nduha, Minggu (9/4).

Iklan

Ichtiar menyebutkan, sejauh ini sudah terdapat 40 ribu lebih pengunjung yang memeriahkan FPT di padang Savana Doro Ncanga. Dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat sampai hari puncak kegiatan pada Selasa (11/9).

Terus bertambahnya jumlah pengunjung baik dari masyarakat se-Pulau Sumbawa, provinsi NTB serta nasional sampai hari puncak kegiatan nantinya, jelas akan berpengaruh pada perputaran rupiah di Dompu, terutama bagi masayarakat Kecamatan Pekat sebagai lokasi sentral kegiatan. “Di sini kita lihat pertumbuhan ekonomi sektor riilnya, lihat pedagang-pedagang sudah berjejer semua sekarang,” ujarnya.

Mengingat FPT saat ini telah menjadi event tahunan, Ichtiar berharap tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan yang lebih signifikan kaitan dengan pengunjung. Sehingga destinasi wisata yang dimiliki ini dapat benar-benar bermanfaat bagi masayarakat ekonomi lemah. Sementara itu salah seorang pedagang makanan di sekitar tenda penginapan, Asma menyebutkan jika dibanding pengahasilan tiap hari sebelum pelaksanaan kegiatan, saat ini sudah ada peningkatan.

Dari hasil penjualan nasi dan jajanan anak-anak ia berhasil meraup keuntungan Rp 1,5 juta lebih tiap harinya. “Ini juga masih belum datang semua tamu-tamunya. Kalau sudah datang mungkin kita bisa dapat untung sampai Rp 5 Juta nanti,” jelasnya.

Sementara itu harapnya, hal utama yang mesti diantisipasi pihak keamanan dan instansi terkait lainya selama FPT ini, yakni keamanan dan ketertiban proses kegiatan. Ketika terjadi konflik dan gangguan lain, selain mempengaruhi penghasilannya, juga akan mencederai pelaksanaan FPT tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya. “Kita minta keamanannya saja, jangan sampai ada perkelahian karena rusak nama Dompu nanti di luar,” pungkasnya. (jun)