FPT 2017 Menjadi Ajang Pembuktian Masyarakat Dompu

Dompu (Suara NTB) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan warga Kabupaten Dompu sebagai pemilik pendapatan perkapita tertinggi di NTB saat ini. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengaku ingin mengkonfirmasi kebenaran data tersebut sehingga didorongnya parade busana katente dan saremba tembe yang berhasil dicatatkan dalam rekor dunia dengan peserta 27.114 orang.

Iklan
Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin

Warga peserta tarian massal maupun parade budaya katente dan saremba tembe, 1 April 2017 lalu merupakan hasil swadaya. Mulai dari kepemilikan dua lembar sarung nggoli untuk Katente dan Saremba Tembe hingga transportasi dan makanan / snack bagi peserta. Bila diuangkan, masing – masing peserta mengeluarkan biaya minimal Rp.600 ribu dan itu artinya, ada sekitar Rp 18 miliar uang rakyat Dompu untuk kegiatan katente dan saremba tembe.

“Itu mengkonfirmasikan kepada saya, ke kita semua bahwa data statistik itu benar. Saya yakin, bahwa kalau orang Dompu tidak punya uang, diberikan sarung pun belum tentu mau datang. Apalagi disuruh beli sarung dua lembar dan mau datang. Ini harus bayar mobil sendiri, beli makan sendiri. Yang hebatnya itu lagi, datang dengan mobil dan motor, parkir di sekitar pandopo. Setelah jalan sepanjang 5 kilo (ke lapangan Karijawa), balik lagi ke pendopo jalan kaki ambil mobil, ambil motor. Saya nangis pak. Ini rakyat, luar biasa,” cerita Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin pada acara pengapalan perdana gula Tambora di pabrik gula Desa Doropeti Kecamatan Pekat usai puncak FPT, 11 April 2017 lalu.

Di padang savana Doro Ncanga yang menjadi tempat puncak pelaksanaan festival pesona Tambora (FPT) tahun 2017, ungkap H Bambang, pihaknya hanya menyampaikan puncak acaranya 11 April 2017. Namun tiga hari sebelum puncak pelaksanaan FPT, rakyat dan pengunjung berdatangan ke padang Savana seperti di padang Mina (pelaksanaan haji) Arab Saudi. Mereka mendirikan tenda dan bermalam.

Banyaknya pengunjung, kata H. Bambang, membuat 40 unit WC yang disediakan tidak mampu memenuhi kebutuhan pengunjung. Akan tetapi untuk pelaksanaan FPT tahun ini, ketersediaan air bersih yang relatif bagus dengan dua sumur dalam. Dibandingkan tahun lalu hanya dengan satu sumur untuk kebutuhan air bersih sehingga banyak dipasok dengan air tanki. “Tahun depan paling tidak, kita akan tambah dua sumur lagi dan perpipaannya,” jelas H. Bambang.

Pemerintah provinsi pun diharapkan dapat membantu perpipaan untuk kebutuhan air bersih bagi pesona Tambora. Sistem perpipaan untuk air bersih ini kedepan diharapkan berfungsi ganda yaitu menjadi penyedia air minum bagi ternak pada musim kemarau. Sehingga desainnya, tidak ditanam tapi digantung dan dilubangi untuk dipasangi spinker. Ketika musim kemarau bisa menyirami lahan agar rumput tetap tumuh dan minum sapi maupun kerbau di siang hari.

Kalau ditanam, H. Bambang, khawatir justru akan rawan pecah diinjak ternak. Ketika ada kebocoran, ternak akan ramai dan menginjaknya. Ketika digantu, hal itu dapat dihindari. “Kalau dipotong (karena digantung), saya kira itu bukan manusia lagi,” katanya.

Pelaksanaan puncak FPT tahun 2017 ini, Kabupaten Dompu selain dijanjikan akan didukung penuh pemerintah pusat dalam penyiapan SDM kepariwisataan dan ekonomi kreatif, juga diramaikan dengan kehadiran penyanyi legendaris, Dewi Yul.

Pengunjung FPT kembali dipertontonkan dengan terjun payung oleh 11 orang penerjun yang membawa bendera TNI AU, lambang Provinsi NTB, Dompu, Sumbawa, Bima dan Sumbawa Barat oleh pasukan khusus (Paskhas) TNI AU. Para penerjun ini langsung turun di lokasi acara puncak FPT. Pesawat yang mengangkut penerjun pun melakukan atraksi dengan terbang rendah di atas lokasi acara puncak FPT.

Selain atraksi dari pasukan khusus TNI AU, tarian garapan baru yang menggambarkan produk unggulan Dompu dengan Tebu Rakyat, Sapi, Jagung, Rumput Laut (Terpijar) juga ditampilkan oleh beberapa penari. Tampilan ini cukup membuat terhibur para pengunjung di acara puncak FPT tahun 2017. “Kami berprinsip, akan terus memperbaiki bila terjadi kekurangan (dalam pelaksanaan kegiatan),” tegas H Bambang. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here