Forum Kades Sekotong-Lembar Minta Jalan dan Sampah Ditangani

Sampah di jalur lintasan Pelabuhan Lembar yang akan dilalui tamu WSBK ini sangat mengganggu pemandangan.(Suara NTB/Her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para kepala desa (kades) di Lombok Barat (Lobar) khususnya yang ada di kawasan Lembar dan Sekotong yang tergabung dalam Forum kepala Desa Sekotong-Lembar (Foksel) akan bersurat ke Gubernur NTB untuk meminta agar Pemprov lebih serius menyiapkan kawasan itu sebagai penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pasalnya mendekati hari H pelaksanaan World Superbike (WSBK), sejumlah persoalan masih belum dibereskan. Seperti sarana prasarana pendukung di jalur provinsi dan nasional tersebut belum disiapkan secara maksimal. Dan sampah yang masih “menghiasi” jalur lintasan pintu masuk yang nanti dilewati para tamu WSBK.

Iklan

Pantauan Suara NTB di jalur menuju Lembar, sejumlah titik ada tumpukan sampah. Bahkan di depan kantor PDAM dijadikan TPS liar oleh warga. Tidak itu saja, akses jalan juga bergelombang. Bahkan di jalur menuju Gili Mas, kondisi jalan ada yang berlubang.

“Terkait itu, Kami dari Forum Kades akan surati gubernur.  Terkait belum siapnya infrastruktur di wilayah kami, terutama di Pelabuhan Lembar,” tegas Amirullah, Kades Jembatan Kembar, Kamis, 29 September 2021.

Alasan dirinya meminta gubernur untuk lebih memperhatikan kawasan itu, karena di samping sebagai penyangga. Dua daerah itu juga menjadi akses masuk para tamu. Di mana diperkirakan, ada 35 ribu tamu WSBK. Sekitar 15-16 ribu akan melalui jalur lautan. Dan pintu masuk salah satunya, adalah Pelabuhan Lembar.

Ia tak ingin dengan ketidaksiapan di kawasan penyangga dan pintu masuk ini justru menjadi masalah. Karena ketika bicara, sarana prasarana, jalan, lampu jalan masih gelap akan dikeluhkan pengunjung. “Itu akan merusak citra daerah, bahkan Indonesia di mata dunia, karena yang datang ini tamu dari luar negeri,” ujarnya.

Ia juga meminta agar vaksinasi didorong di wilayah setempat. Karena hal ini sebagai jaminannya kepada tamu bahwa kawasan itu aman disinggahi, karena masyarakat sudah tervaksin 70 persen (herd immunity). “Kalau sampai tamu tahu kalau warga di daerah ini belum semua divaksinasi, apakah mereka akan mau kesini. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala DinasPekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB H. Ridwan Syah mengatakan terkait persoalan lampu jalan, pihaknya akan mencoba koordinasi dengan OPD terkait. “Kalau lampu jalan saya coba koordinasi ke Kepala Dishub,”imbuh dia.

Yang Jelas, lanjut dia, untuk penanganan jalan sudah usulkan melalui program DAK 2022. “Segmen ini sudah kita usulkan melalui DAK dengan nilai Rp64 miliar untuk pelebaran dan perbaikan geometrik,” ujarnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional