Formasi Tak Terisi, Walikota akan Surati Kemenpan RB

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh memberikan keterangan pers didampingi Asisten III Hj. Baiq Evi Ganevia dan Kepala BKPSDM, Baiq Nelly Kusumawati di pendopo Walikota, Jumat, 16 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, prihatin hasil tes kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil tak keseluruhan terisi. Kekosongan ini jadi kerugian. Dia akan bersurat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negera dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara, agar mengambil langkah strategis.

“Saya prihatin. Sekalipun kita (Kota Mataram) paling banyak lulus dibandingkan kabupaten/kota di NTB,” kata Walikota, Jumat, 16 November 2018. Peserta seleksi CPNS berjumlah 6.777 orang. Yang ikut tes hanya 6.491 orang. Pelamar berjuang untuk memenuhi kebutuhan formasi 262.

Iklan

Namun demikian kata Walikota,  hasil tes di bawah dari formasi. Yang memenuhi passing grade 161 orang dengan 93 formasi. “Sebenarnya, kita mengajukan kebutuhan 400 lebih,” sebutnya.

Artinya, kebutuhan diminta sangat jauh.  Sebab, 169 formasi belum terisi. Tentu kata Walikota, ini akan menjadi motivasi meminta kebijakan pengisian formasi lowong demi peningkatan pelayanan di Kota Mataram. Oleh karena itu, ia akan bersurat ke pemerintah pusat.

“Fakta dari tes CPNS hanya 93 formasi yang terisi.  Artinya, di satu formasi banyak yang lulus passing grade. Ada juga tidak lulus di satu formasi. Nanti kami bersurat ke pemerintah pusat,” tandasnya.

Dinamika seleksi CPNS dialami hampir seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Inti dari surat tersebut tegas Walikota, meminta formasi itu harus terisi secepatnya. Walaupun memang masalah pengangkatan CPNS menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Ir. H. Effendi Eko Saswito juga meminta dua lembaga negara tersebut yakni KemenpanRB dan BKN mengkaji kembali kebijakan passing grade. Tidak hanya di Kota Mataram, tapi hampir seluruh kabupaten/kota mengalami hal sama. “Kita minta dikaji,” tambahnya. (cem)