Fokus Tangani Korban Gempa, Pemkot Mataram Tidak Layani Administrasi

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Senin, 6 Agustus 2018 langsung menggelar rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para asisten, camat dan lurah. Selama tiga hari diminta tidak ada pelayanan administrasi dan fokus menangani korban pascagempa.

Gempa bermagnitude 7.0 SR terjadi sekitar pukul 19.46 Wita pada Minggu, 5 Agustus 2018 malam. Kejadian itu jadi atensi Pemkot Mataram karena sejumlah bangunan dilaporkan rusak. Bahkan, informasi pagi kemarin, lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Iklan

Kejadian itu, Ahyar Abduh mengingatkan, pimpinan OPD, camat dan lurah serta kepala puskesmas turun langsung melayani masyarakat. Ditegaskan, tidak boleh ada pejabat yang mengungsi. “Saya ingatkan ini situasi darurat. Tidak boleh ada pejabat yang pergi mengungsi. Masyarakat membutuhkan kita. Kalau ada pejabat yang mengungsi, saya yang akan ungsikan,” tegasnya.

“Hari ini saya perintahkan pejabat itu kembali. Ambil peran. Masyarakat sedang panik. Tiga hari tidak ada layanan administrasi. Khusus layanan taktis. Ini darurat,” tambahnya. Laporan diterima Walikota, masyarakat sampai pagi kemarin, memilih tinggal di tenda. Mereka trauma akibat guncangan berulangkali terjadi.

Camat dan lurah diminta setiap hari melaporkan perkembangan di masyarakat. Musibah ini tidak bisa diprediksi kapan berhentinya. Masyarakat pintanya, harus segera ditenangkan. Karena, informasi hoax tsunami membuat warga resah. Adapun keperluan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, makanan, tenda dan lain sebagainya harus segera ditindaklanjuti.

“Apa – apa kebutuhan masyarakat segera dikoordinasikan. Bila perlu minta partisipasi pengusaha – pengusaha itu. Kalau tetap mau dibayar, kita ngutang dulu,” tandasnya. Ditambahkan, pelayanan fasilitas kesehatan juga harus diperhatikan. Puskesmas dan rumah sakit harus tetap buka 24 jam.  Ahyar Abduh tidak mau mendengar ada keluhan masyarakat tidak terlayani fasilitas kesehatan.

  Tangani TPS Liar, Dinas Kebersihan Berkoordinasi dengan Lurah

Di satu sisi, Walikota marah dengan retail modern yang menutup usaha mereka. Tamu dari Kementerian Sosial yang memilih mengungsi ke pendopo, tidak bisa membeli kebutuhannya.

“Kadis Perdagangan saya minta suruh Alfamart dan Indomaret itu buka. Jangan mereka mau enaknya saja. Kondisi susah begini justru mereka tutup,” tegas Walikota memerintahkan Kadis Perdagangan, Lalu Alwan Basri saat rapat.

Retail modern memiliki izin buka selama 24 jam harus tetap beroperasi. Dia tidak mau ada alasan apapun. Jika retail modern tidak menjalankan sesuai izin, diminta izinnya dicabut. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here