FK2D Dorong Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Julmansyah menerima FK2D Sumbawa terkait pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial , Kamis (7/4). (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Enam pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa dipimpin Ketua FK2D Musyikil Hartsa berdiskusi dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, S. Hut., MAP dan jajarannya. Mereka diterima di Ruang Rapat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Kamis, 8 April 2021.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Julmansyah menegaskan, kedatangan rombongan FK2D ini dijadikan sebagai ajang untuk membangun komitmen desa terkait literasi. Terlebih, salah satu yang menjadi fokus perhatian para kepala desa, yakni program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Iklan

‘’ Kita mesti menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat perubahan di desa dengan mendorong transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Inklusi sosial membuat perpustakaan menjadi ruang publik mudah diakses oleh masyatakat dengan menyajikan koleksi-koleksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,’’ ujarnya.

Adanya literasi itu, tambahnya, akan meningkatkan life skill masyarakat dan bisa mendorong kesejahteraan, sehingga perpustakaan tidak lagi dilihat sebagai sekedar koleksi buku dan konvensional tapi apa yang dibaca di perpustakaan dipraktikkan hingga meningkatkan keahlian mereka.

Ketua FK2D Sumbawa yang juga Kepala Desa Labuan Jambu Kecamatan Tarano Musyikil Hartsa,menyambut baik gagasan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB. Bahkan pihaknya akan mengintegrasikan perpustakaan sebagai pojok baca di Taman Hiu Paus yang telah menjadi ruang publik di pinggir Pantai Labuan Jambu.

Sementara Kades Pelat Kecamatan Unter Iwes Herman mengatakan butuh inovasi dalam meningkatkan minat baca di desa. Pihaknya akan mencoba bermitra dengan lembaga pendidikan di desa agar anak-anak kembali bersentuhan dengan perpustakaan desa.

Pendapat senada disampaikan Kades Semamung Kecamatan Moyo Hulu Rudi Mustaat, menangkap program ini sebagai peluang. Sebagai contoh, ujarnya, BUMDes Desa Semamung sedang mengembangkan Edu-park dan Bale Kawa, maka ini bisa diintegrasikan dengan perpustakaan desa sehingga minat literasi akan mudah ditularkan, karena buku bacaan berada di ruang publik di desa. (ham)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional