Firin-Fud Tak Bersedia Hadiri Acara Debat Publik

Denny Saputra, Norvie Aperiansyani. (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Pasangan tunggal Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), HW. MuayaFirin-Fud Syaifuddin menyatakan ketidaksediaannya menghadiri acara debat publik pendaman visi misi yang diagendakan KPU KSB. Terkait keengganannya itu, pasangan berjuluk F-Three (F3) ini informasinya telah bersurat resmi ke KPU KSB.

Ketua KPU KSB, Denny Saputra yang dikonfirmasi membenarkan perihal kabar tersebut. Ia juga mengaku telah menerima surat dari pasangan Firin-Fud yang turut menyertakan alasan keengganannya untuk hadir pada salah satu agenda tahapan Pilkada resmi tersebut. “Iya memang ada suratnya. Hari Senin kami terima,” ungkapnya, Kamis, 18 November 2020.

Dalam suratnya, dijelaskan Denny, alasan utama pasangan petahana itu tidak ingin hadir di acara debat publik pendalaman visi misi yang akan digelar tahap pertama pada 23 November mendatang karena alasan lokasi. Bagi Paslon, pemilihan lokasi yang ditetapkan KPU KSB dilaksanakan di Mataram tidak efisien. “Dalam suratnya juga Paslon memberi pertimbangan kalau bisa acaranya dipindah ke KSB saja,” bebernya.

Atas alasan itu, menurut Denny, pihaknya tidak ingin mengomentarinya. Ia menyebutkan, secara teknis alasan tersebut tidak terlalu urgen. Bahkan pihaknya telah menyampaikan tanggapan kepada liason officer (LO) Paslon Firin-Fud bahwa KPU KSB tetap akan menggelar acara debat publik tersebut sesuai dengan jadwal dan lokasi yang sudah ditetapkan. “Tadi kami adakan Rakor dengan perwakilan Paslon. Kami sampaikan bahwa KPU tidak punya kapasitas menanggapi soal alasan ketidaksediaan hadirnya nanti di acara. Kami dalam hal ini hanya mengikuti aturan dan memastikan setiap tahapan Pilkada kami laksanakan. Dan perwakilannya tadi bilang akan menyampaikannya ke Paslon langsung,” tandas Denny.

Selanjutnya ia menyampaikan, peentapan piihaknya mengadakan acara debat publik di Mataram sejak awal telah dipertimbangkan secara matang. Baik dari sisi anggaran, ketersediaan fasilitas untuk publikasi menjadi hal yang membuat KPU KSB memilih mengadakannya di ibukota provinsi itu. “Di PKPU aturannya harus bisa disiarkan oleh lembaga penyiaran resmi. Kami pun pilih TVRI dan diadakan di stasiunnya. Nah kenapa juga harus di stasiun TVRI Mataram langsung, karena hitungan kami anggarannya lebih mencukupi ketimbang kalau perangkat mereka dimobilisasi ke sini (KSB),” urainya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, ketua tim pemenangan Firin-Fud, Norvie Aperiansyani mengatakan, secara prinsip Paslon bukan tidak ingin mengikuti kegiatan debat publik pendalam visi misi yang diagendakan KPU KSB itu. Hanya saja dari penempatan lokasinya yang didadakan di Mataram, bagi Paslon tidak efisien. “Kami kan mintanya bagaimana kalau di KSB. Tapi sepertinya teman-teman KPU maunya tetap di Mataram. Ya kalau di sana Paslon kami tidak akan hadir,” cetusnya. (bug)