Film Pendek Satlantas Polresta Mataram, “Ambang Batas” Ajarkan Dampak Fatal Balap Liar

Dirlantas Polda NTB Noviar, Kapolresta Mataram Heri Wahyudi, Kabid Humas Polda NTB Artanto, dan Kasatlantas Polresta Mataram Imam Maladi, Minggu, 19 April 2021 bersama para pemeran dan kru film “Ambang Batas” usai pemutaran perdana di bioskop CGV Transmart Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Beradu cepat di jalan raya tidak ada faedahnya. Membahayakan diri sendiri dan orang lain. Pesan ini yang diajarkan “Ambang Batas.” Film pendek garapan Polresta Mataram bersama sineas dan komunitas otomotif lokal. Film ini diputar perdana di bioskop CGV Transmart Mataram, Minggu, 18 April 2021. Bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Rinjani 2021.

“Ini sarana edukasi masyarakat kaum milenial untuk tertib dan disiplin berlalu lintas,” kata Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar. Noviar menegaskan tertib di jalan raya sudah menjadi kebutuhan. Misalnya, orang yang merasa belum lengkap berkendara kalau belum memakai helm. Atau merasa tidak sreg apabila mengemudi tanpa mengenakan sabuk pengaman.

Iklan

“Bukan karena takut saat ada polisi, takut ditilang. Disiplin tertib lalu lintas itu suatu kebutuhan mutlak. Keselamatan menjadi sebuah kebutuhan sehingga tertanam jadi budaya hidup sehari-hari,” jelasnya. Film “Ambang Batas” ini mengajarkan tentang kebut-kebutan di jalan raya yang menimbulkan korban. Ambang batas kecepatan diatur dalam rambu tersendiri. Tapi bukan untuk balapan. “Kecepatan tidak terkendali atau melebihi batas aturan itu berisiko kecelakaan menimbulkan fatalitas,” kata Noviar.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menerangkan bahwa film yang digarap selama satu bulan ini akan berlaga dalam festival yang digelar Korlantas Polri. “Saya harap masyarakat bisa sadar akan pentingnya tertib lalu lintas,” ujarnya. Film “Ambang Batas” menceritakan tentang empat pemuda yang mulai berkiprah lagi dalam balapan mobil liar. Satu tokoh diantaranya makin bersemangat ikut serta. Sebab sedang butuh uang setelah lama menganggur.

konflik dimulai setelah muncul antagonis yang menawarkan taruhan besar. Balapan pun dihelat. Tidak ada pemenang. Kecelakaan membuatnya dirawat di rumah sakit. Film ini mengambil latar landasan pacu Eks Bandara Selaparang, Mataram. Kemudian Jalan Bypass BIL, Jempong, Mataram dengan menampilkan ikon Tugu Metro dan gapura selamat datang Tembolak. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional