FGV – PT. Cahaya Lombok Siapkan Peluang Kerja dan Fasilitas Terbaik di Malaysia

Keterangan Foto : dari kiri ke kanan, Komisaris PT. Cahaya Lombok, H. Lalu. Didiek Yuliadi, Kepala Bidang PPTK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lombok Timur, Moh. Hirsan, Zarif Zainul, Ketua Jabatan Tenaga Kerja & Hal Ehwal Peneroka FGV Holdings Berhad dan Nurul Hasanah Ahamed, Ketua Jabatan Kelestarian FGV Holding

Mataram (Suara NTB) – Felda Global Ventures (FGV) Holdings Berhad, sebuah perusahaan pertanian dan agrikomoditas global yang berbasis di Malaysia mengundang calon-calon tenaga kerja asal Indonesia, terutamanya calon pekerja dari Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk bergabung.

Iklan

FGV sejak lama telah membangun kerjasama dengan PT. Cahaya Lombok sebagai mitra utamanya di provinsi ini. kemitraan ini telah cukup membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran, penyediaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap perekonomian di daerah.

FGV mengelola lahan perkebunan untuk sawit dan getah seluas 400-an ribu hektar di Malaysia. Kebutuhan tenaga kerjanya mencapai 32.000 orang. Sebagian diantaranya adalah tenaga kerja- tenaga kerja dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

FGV tak berhenti menerima calon-calon tenaga kerja yang ingin bergabung. Melalui perpanjangan tangannya di Nusa Tenggara Barat, PT. Cahaya Lombok yang berkantor pusat di Jl. Dukuh Saleh No.16 Pejeruk Sejahtera, Ampenan Kota Mataram. FGV juga bermitra dengan beberapa PPTKIS yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat.

Lombok ,Nusa Tenggara Barat ibarat rumah kedua bagi FGV. Karenanya, setiap ada kesempatan, manajemen FGV berkunjung langsung ke Lombok, bertemu dengan perusahaan-perusahaan mitranya, bertemu dengan keluarga-keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) / Tenaga Kerja Indonesia (TKI), bahkan melakukan seleksi langsung kepada calon-calon PMI.

Seperti pada minggu ke-4 bulan Januari 2020, Lombok didatangi Zarif Zainul, Ketua Jabatan Tenaga Kerja & Hal Ehwal Peneroka FGV Holdings Berhad, didampingi Nurul Hasanah Ahamed, Ketua Jabatan Kelestarian FGV Holding, H. Hiruddin Bin Hasyim, Jabatan Tenaga Kerja FGV Holdings dan M. Yusuf. Dan Komisaris PT. Cahaya Lombok, Lalu Didiek Yuliadi.

Zarif dan tim berkesempatan bertatap muka dan menyeleksi ratusan calon PMI asal Lombok. Baik yang melalui PT. Cahaya Lombok, maupun beberapa PPPTKIS lainnya. Dalam sebulan, FGV menerima sampai 700 orang PMI. 400 orang – 500 orang memilih ke Malaysia melalui PT. Cahaya Lombok.

Menurut Zarif, sebagai perusahaan milik pemerintah Malaysia (BUMN) sangat cocok dengan karakter dan semangat bekerja PMI asal Lombok. Umumnya sangat tekun, ulet dan keterampilannya sangat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. karena itu, ia menganggap Lombok sangat spesial. Harapannya agar sebanyak mungkin masyarakat Nusa Tenggara Barat mengisi kesempatan kerja yang disiapkan FGV.

FGV yang telah ada puluhan tahun, memberikan layanan dan fasilitas yang berbeda bagi siapapun. Berangkat tanpa harus memikirkan biaya, kecuali biaya cek kesehatan dan kepengurusan dokumen-dokumen menjadi tanggung jawab calon PMI.

“Sisanya, kita tanggung, passport juga dibantu diuruskan. Tiket pesawat tidak perlu difikirkan. Semua perusahaan yang siapkan,” kata Zarif.

Gaji minimal 1.100 Ringgit Malaysia. Dinaikan menjadi 1.200 Ringgit Malaysia. Jika dirupiahkan, gaji minimal Rp4 jutaan sebulan untuk yang bekerja normal delapan jam sehari, 26 hari sebulan. Untuk PMI diluar ketentuan itu (lembur), pendapatannya bisa mencapai hingga Rp10 juta sebulan. Disiapkan tempat tinggal, fasilitas olahraga, pengecekan kesehatan secara rutin. Tidak hanya itu, bekerja di FGV juga memberi kebebasan bagi PMI memegang sendiri pasportnya.

“Kalau pusat-pusat perbelanjaan, jalan-jalan di kota, sudah pegang passport sendiri. Bebas kemana-mana,” katanya.

Penggajian juga tidak diberikan dalam bentuk uang tunai langsung. FGV memberi gaji langsung ke rekening. Sehingga tak merepotkan bagi pekerja untuk mengantar kembali uangnya ke bank. Untuk pengiriman uang ke keluarga, atau belanja-belanja, pekerja di FGV juga diajarkan memanfaatkan ponsel (handphone). Lebih praktis, efisien dan sangat aman.

Kontrak kerja disiapkan 2 tahun, dan dapat diperpanjang menjadi 3, atau 4 tahun. Usia pekerja yang diterima maksimal sampai 45 tahun. Dalam setahun, PMI mendapatkan jatah cuti selama 30 hari (1 bulan). Asuransi juga ditanggung dobel. Asuransi dari perusahaan asuransi Indonesia, dan asuransi dari perusahaan asuransi Malaysia jika terjadi musibah menimpa pekerja.

Yang spesial di FGV, calon-calon tenaga kerja yang akan ke Malaysia, diberikan bekal kepada keluarga yang ditinggal sebesar Rp500.000. dengan bekal ini, keluarga diharapkan tak kesusahan memenuhi kebutuhan hidupnya, satu bulan setelah ditinggal bekerja.

Selain itu, perusahaan juga memberikan kemudahan. Bagi PMI yang tidak memanfaatkan masa cutinya selama 30 hari untuk bertemu keluarga dikampung halaman. Pilihannya, keluarga diboyong ke Malaysia menemui keluarganya langsung mengobati kerinduan.
“Tiket ke Malaysia ditanggung, tempat tinggal disiapkan khusus kepada keluarga yang datang dari Lombok,” jelas Zarif.

Selain itu, FGV juga akan membuka supermarket dan travel di Lombok. Di supermarket inilah nantinya keluarga-keluarga PMI yang ada di Lombok disiapkan kebutuhan sehari-harinya. Terutama kebutuhan pangan yang dapat diambil sewaktu-waktu. Pembayaran dilakukan secara otomatis dari gaji keluarganya yang bekerja di Malaysia (di FGV). Dengan demikian, supermarket ini akan menjamin kebutuhan hidup kelurga selema ditinggal bekerja di Malaysia.

Lebih dari itu, FGV juga memberikan kesempatan kepada keluarga PMI yang ingin melaksanakan ibadah umroh melalui travel FGV. Biaya umroh, jauh lebih murah dibanding umroh melalui Lombok.

“Kalau ada keluarga PMI asal Lombok yang mau umroh, kita fasilitasi. Kesempatan ini untuk keluarga PMI yang sudah bekerja dua tahun, dan memperpanjang masa kerjanya. Biaya umrohnya bisa setengah dari biaya umroh dari Lombok,” jelas Zarif.

FGV juga memberikan penghargaan kepada sponsor-sponsor (perekrut) perusahaan mitranya yang berprestasi menunaikan ibadah umroh secara gratis. Dua sponsor mendapatkan penghargaan ini. Fasilitas umroh diberikan secara simbolis saat manajemen FGV bersilaturahmi ke Lombok Timur, di Balai Latihan Kerja Lombok Timur pekan kemarin. Pemerintah kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan penghargaan yang tinggi atas kontribusi FGV bagi masyarakat Lombok.

Disisi lain, sejalan dengan jaminan dan fasilitas yang disiapkan FGV kepada PMI di Lombok, PT. Cahaya Lombok juga memfasilitasi masyarakat Nusa Tenggara Barat yang ingin bekerja di FGV. Seluruh dokumen-dokumen untuk pemberangkatan dibantu. Keamanan dan kenyamanan juga dijamin selama bekerja di Malaysia. Untuk seluruh persoalan, PT. Cahaya Lombok juga membekali para PMI di Malaysia nomor ponsel manajemen yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.(bul)