Festival Moyo Resmi Dibuka

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, mengakui adanya kritikan deras terhadap pelaksanaan festival Moyo. Diperparah oleh kondisi objek wisata yang masih membutuhkan perhatian. Sehingga tantangan pariwisata Sumbawa kedepan makin luas. Namun demikian, perhelatan Festival Moyo ini harus tetap digelar untuk pengembangan pariwisara

Hal itu disampaikan Bupati Sumbawa dalam sambutan pembukaan Festival Moyo, Jumat, 23 September 2016. Lima kali sudah perhelatan festival moyo yang dihajatkan menjadi ajang promosi pariwisata dan budaya Sumbawa. Agar lebih dikenal secara nasional bahkan internasional. Selama pelaksananya pun tak sepi dari kritik.  Banyak pihak yang secara kritis mempertanyakan bahkan meragukan peran dan kontribusi festival moyo dalam meningkatkan angka kunjungan wisata ke kabupaten Sumbawa.

Iklan

“Saya bangga menerima kritik semacam itu, karena  itulah wujud perhatian dan dukungan masyarakat kepada pemerintah. Krtik  itu seperti jamu, pahit tapi menyehatkan. Harus kita akui, bahwa memang kontribusi festival moyo sebagai  satu evennt wisata major yang diharapkan mendongkrak  angka kunjungan wisata ke kabupaten Sumbawa belum terlihat secara siginifikan,” cetusnya.

Oleh karena itu,lanjut Bupati, perlu memperkuat sinergitas untuk memperbaiki kualita penyelenggaraan festival moyo setiap tahunnya. Agar terjadi peningkatan sehingga keberadaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Bupati pun berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan festival moyo selama masa pemerintahannya.  “Branding festival moyo sudah kita kibarkan, banyak waktu, tenaga dan biaya telah kita keluarkan, pantang bagi kita untuk surut ke belakang. Saya berkeyakinan bahwa penyelenggaraan festival moyo kali ini adalah bagian dari pondasi yang akan memperkokoh eksistensi festival moyo menjadi festival yang mendunia di masa yang akan datang,” tukasnya.

Sementara Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin S.H, M.Si ketika membuka festival moyo mengakui kegiatan ini penting dan strategis. Sebagai Ikhtiar meningkatkan kesejahteraan, menurunkan kemiskinan, melalui berbagai program. Maka ada satu sektor yang sangat menjanjikan yakni industri pariwisata. Ikhitiar ini harus dibarengi dengan membangun berbagai nfrastruktur, menata destinasi dan juga promosi, termasuk Festival Moyo ini. Untuk itu, Pemprov menyambut baik kegiatan festival moyo kelima kalinya ini. “Harus disinergikan berbagai komponen para pelaku industri pariwisata. Sebab terbukti industri pariwsata mampu mengerakkan ekonomi di NTB. Termasuk ekonomi kreatif. Melestarikan tradisi sebagai potensi,” terangnya.

Kabupaten/Kota diNTB punya potensi luar biasa untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana tekad Bupati/Walikota mengeskplore seluruh potensi yang ada. (arn)