Festival Mentaram Dipusatkan di Dua Lokasi

Mataram (suarantb.com) – Festival Mentaram yang akan diselenggarakan pada 24 – 26 November 2016 ini dipusatkan di dua lokasi, yaitu Lapangan Umum Mataram atau Taman Sangkareang dan Tugu Bumi Gora Mataram Jalan Udayana. Festival yang mengusung tema “Mataram Untuk NTB, Mataram Punya Cerita Untuk NTB Lebih Baik” ini akan menampilkan empat jenis pameran seni dan budaya, yaitu kuliner, atraksi, destinasi wisata dan oleh-oleh.

Atraksi yang ditampilkan berupa atraksi budaya dan religius. Di antara atraksi budaya yang akan ditampilkan yaitu pagelaran seni dan budaya, parade, serta permainan rakyat. Parade budaya akan dimulai sebagai pembukaan acara yang bertempat di Jalan Pejanggik, tepatnya akan dimulai di depan Taman Sangkareang, pada pukul 14.00 WITA hingga selesai. Sementara permainan rakyat berupa presean akan digelar di Lapangan Umum Mataram selama dua hari, 25-26 November 2016.

Kegiatan festival lainnya, seperti kuliner dan pagelaran seni, serta pameran suvenir atau oleh-oleh dipusatkan di Tugu Bumi Gora Mataram. Telah disiapkan sebanyak 50 stan gratis untuk peserta festival di lokasi tersebut, dan segera dipasang sehari sebelum hari H.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, H. Abdul Latif Nadjib mengatakan, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh akan terlibat langsung dalam festival tersebut, baik sebagai pembuka acara, serta terlibat dalam parade budaya. Sebab Walikota Mataram akan menjadi ikon Kota Mataram dalam kegiatan tersebut. selain itu, Walikota Mataram diminta terlibat dalam atraksi ngurek (atraksi kekebalan tubuh) yang akan dibawakan oleh kontingen Cakranegara.

“Kita sudah diminta oleh kontingen Cakranegara untuk meminta Pak Walikota untuk ikut atraksi ngurek, itu dimulai oleh Pak Wali, akan menarik nanti,” ungkapnya, Selasa, 22 November 2016.

Sementara untuk permainan rakyat yang berupa eksibisi gasing direncanakan digelar di dua tempat, yaitu Selaparang dan Abian Tubuh. Permainan rakyat yang digelar tidak berupa kompetisi atau pertandingan, namun hanya berbentuk eksibisi (tanding persahabatan) sebagai bentuk pagelaran budaya Lombok. (rdi)