Festival ‘’Ngayu – Ayu’’ Dimulai Pekan Depan

Mataram (Suara NTB) – Festival Ngayu – ayu Sasak di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan dimulai pekan depan. Festival yang rencananya akan berlangsung  di pekarangan Rumah Adat, Dusun Sembalun Bumbung ini akan dihadiri para raja dari nusantara.

Perhelatan festival yang menjadi ikon pariwisata budaya di daerah Sembalun itu akan dimulai 19 Juli mendatang. Salah satu panitia festival, Ismani Anggara Putra mengatakan, kegiatan inti festival akan berlangsung pada tanggal 21 Juli. Sebelumnya pada tanggal 20, masyarakat setempat akan menggelar lokakarya sebagai rangkaian perayaan peristiwa budaya tersebut.

‘’Tanggal 20 Juli kita ada lokakarya, agenda tersebut akan dihadiri secara langsung oleh Menteri Pariwisata. Kegiatan intinya sebenarnya akan dilaksanakan selama dua hari,’’ katanya, Jumat (8/7/2016) di Mataram.

Selain dihadiri pejabat pemerintahan, festival yang menjadi sarana pelestarian lingkungan dengan mempertahankan eksistensi mata air demi keseimbangan alam ini juga akan dihadiri oleh 32 raja di nusantara. Raja – raja yang akan hadir berasal dari daerah di dalam negeri dan mancanegara.

‘’Ada 32 raja yang sudah memberikan konfirmasi kepastian mengenai kedatangan mereka. Tetapi yang dapat kami kontak sekitar 29 raja. Masing – masing raja berasal dari Solo dan Cirebon,’’ jelasnya.

Selain raja dari tiga daerah tersebut, sejumlah raja di pulau Sumbawa maupun Aceh juga telah menyatakan kesiapan untuk menghadiri tradisi masyarakat Sembalun tersebut. Selain berkontribusi untuk lingkungan, festival tersebut ditujukan untuk menambah peningkatan angka kunjungan wisatawan ke kawasan Sembalun.

‘’Selain raja di Indonesia, sejumlah raja dari Malaysia seperti Raja Pahang, Pinel dan Kedah juga menyatakan kesiapan untuk hadir. Di samping itu, raja dari Brunai dan Thailand juga sudah memastikan kedatangan mereka,’’ katanya.

Festival tersebut akan dirangkai dengan beragam prosesi adat yang memang telah diwarisi oleh para leluhur. Pelaksanaan prosesi adat di kawasan setempat ditujukan sebagai wujud penghormatan serta menjadi ekspresi rasa syukur umat manusia terhadap Tuhan. Festival Ngayu – ayu yang diselenggarakan sekali dalam jangka tiga tahun ini merupakan situs budaya yang memikat kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. (met)