Fauzan Kebingungan, Jubir Golkar Pertanyakan Pasangan Sopoq Angen

Mataram (Suara NTB) – DPD I Partai Golkar NTB melalui juru bicaranya, Chris Parangan menjawab pertanyaan calon petahana Pilkada Kabupaten Lombok Barat, Fauzan Khalid, yang mengaku bingung dengan sikap Partai Golkar terhadap dirinya yang dianggapnya plin plan.

Chris Parangan, justru mempertanyakan balik pernyataan Fauzan tersebut, menurutnya statemen politisi Partai Golkar yang mana membuat Fauzan bingung sehingga menganggap Golkar plin plan. Selama ini, statement para politisi Partai Golkar selalu dalam satu irama, tidak ada satupun yang mengeluarkan pernyataan berbeda, termasuk arah dukungan Partai Golkar di pilkada Lombok Barat.

Iklan

“Kalau dia bingung, memang siapa yang membuat dia bingung. Karena kami bicara itu seirama, sama, tidak ada yang berbeda. Kalaupun pak Misbach mengatakan Golkar sudah tutup pintu untuk Fauzan, ya memang, karena sebelumnya juga saya bilang bahwa di DPP itu adu lobi antara Farin dan Izzul. Jadi Fauzan tidak masuk di sana, makanya kalau kita sambungkan statement saya dengan pak Misbach itu kan sama,” jelas Chris, kepada Suara NTB, Senin, 25 September 2017.

Chris mengaku, Partai Golkar sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa partainya telah mendukung Fauzan. “Dia jadi bingung kecuali kalau dia mendengarkan pernyataan mantan pengurus,” sambungnya.

Pada saat itu, Chris juga mengungkapkan jika suatu saat nanti, partai Golkar tidak mendukung Fauzan Khalid yang direncanakan akan berpasangan dengan Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Barat, Hj. Sumiatun (Sopok Angen), karena golkar memiliki alasan yang sangat kuat.

Salah satu alasannya adalah, Fauzan bersama Sumiatun telah memberikan kerugian yang sangat besar bagi partai beringin di Lombok Barat, yakni, membiarkan jabatan Wakil Bupati lowong, di mana seharusnya menjadi hak Partai Golkar.

Padahal DPP Partai Golkar telah mengirim nama Nauvar Parinduan dengan SK, nomor B-641/Golkar/X/2016, untuk mengisi posisi jabatan Wakil Bupati Lobar yang lowong. Namun tidak dilaksanakan oleh Fauzan dan Sumiatun (Sopok Angen).

“Waktu itu DPD II Lobar bersurat pada DPP melalui DPD I dengan nomor 210/Golkar-Lobar/VIII/2016, yang isinya, memohon pada DPP, untuk pengisian Wakil Bupati Lobar, sebulan kemudian. Setelah dijawab tidak diindahkan. Terus sekarang mau minta apa lagi, jadi kalau nantinya mereka tidak mendapatkan surat rekomendasi dukungan dari DPP, itukan tabur tuai. DPP sudah meragukan keduanya,” jelas Chris.

Terakhir disampaikan Chris, Golkar juga semakin tidak bersemangat untuk mendukung Fauzan, karena partai-partai pengsung dan pendukungnya pada Pilkada 2013 lalu, sudah meninggalkannya Seperti Partai Demokrat. Situasi itu juga menjadi pertanyaan Golkar pada Fauzan.

“Kami bertanya kemana dukungan partai terhadap Fauzan sekarangan ini ? Kalau tidak didukung, berarti ada apa dengan Fauzan ? Jadi kalau nantinya Sopok Angen tidak mendapatkan rekomemdasi sebagai bakal calon, karena dua hal tadi yang sangat esensi bagi kami,” pungkasnya.

Komentar Chris ini disampaikan untuk menanggapi sorotan dari Fauzan Khalid yang menilai ada perbedaan sikap dan pernyataan antara pengurus Golkar yang satu dengan yang lainnya terkait Pilkada Lobar.

“Karena, ketika (tokoh) Golkar A, lain ngomong, Golkar B lain ngomong, mana yang benar kita belum tahu,” paparnya. Namun, jika benar apa yang disampaikan oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, H Misbach Mulyadi, Fauzan menilai itu adalah hak partai tersebut.

Tetapi, sekali lagi mantan Ketua KPU NTB ini masih ragu, karena belum mengetahui siapa yang benar-benar mewakili konteks tersebut.

“Misaln kalau tanya Bu Isvie, beda lagi, ditanya yang ini beda lagi,” kata Fauzan bingung.

Karena itu, Fauzan lebih mempercayakan hal-hal Golkar kepada Ketua DPD II Partai Golkar Lobar Hj Sumiatun. Jabatannya sebagai ketua partai lebih dapat dipastikan kebenarannya.“Untuk Golkar lebih percaya statemen Hj Sumiatun karena ia Ketua Golkar di Lobar,” ujarnya. (ndi)