Fatepa Unram Siap Bantu Pemerintah Daerah

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah saat berkunjung ke Unram akhir pekan lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., MSc., dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., berkomitmen mengembangkan sektor industri untuk meningkatkan nilai ekonomi tinggi bagi daerah. Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram (Unram)pun siap berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan industri. Demikian terungkap dalam silaturahmi Gubernur NTB ke Unram, akhir pekan kemarin.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., didampingi Dekan Fatepa Baiq Rien Handayani, SP, M.Si., Ph.D., saat menerima kunjungan kerja Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, mengapresiasi kunjungan gubernur yang akrab disapa bang Zul tersebut di tengah-tengah suasana Idul Fitri.
“Kami atas nama Universitas Mataram mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Minal aidin wal faizin,” tutur Prof. Husni mengawali sambutannya.

Iklan

Prof. Husni memaparkan saat ini Unram telah memiliki banyak produk-produk inovasi hasil riset, seperti produk olahan dari bidang pertanian, peternakan, teknik, dan lain sebagainya.
“Bahkan Fatepa Unram ke depan memiliki ide, berencana untuk membuat produk Ayam Taliwang yang dikalengkan,” ungkapnya.

Guru Besar Ilmu Hukum itu juga menyambut baik ide dan program gubernur untuk mengembangkan sektor industri di daerah. Dia mengatakan Unram siap membantu Pemprov NTB untuk memajukan daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menjelaskan inovasi teknologi merupakan kunci untuk menggerakkan sektor industri. Dengan kata lain, menurutnya tidak mungkin ada peningkatan nilai tambah suatu komoditas industri tanpa inovasi teknologi. “Inovasi teknologi ini yang paling dasar dan ternyata pemain utamanya bukan kampus,” bebernya.

Doktor Zul menuturkan pemain utama inovasi teknologi juga bukan terletak pada riset center, terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. “Pemain utamanya adalah dunia usaha atau industri,” jelasnya.

  Unram Peringkat 17 dari 2.390 PTN/PTS

Lebih jauh dia mengatakan tugas kampus adalah meng-update teknologi hasil implentasi suatu masyarakat berdasarkan hasil seminar internasional, jurnal dan lain-lain. Selain itu juga , menurutnya tugas kampus adalah menyiapkan SDM, membuat mahasiswa-mahasiswi familiar dengan berbagai instrumen yang digunakan di dunia industri.

“Tugas kampus meng-update perkembangan teknologi, bukan menghasilkan produk-produk yang diharapkan oleh masyarakat,” tekannya.
Menurutnya, menghasilkan produk itu adalah tugas dunia usaha. Oleh karea itulah Doktor Ilmu Ekonomi tersebut mengaku membentuk Science Techno Park (STP). STP merupakan suatu inkubasi untuk mendekatkan kampus dengan dunia usaha/industri dengan memfasilitasi mahasiswa atau dosen yang memiliki ide brilian, namun tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengembangkannya. “Teknopark itu hanya mungkin berhasil jika dikelola oleh kampus yang besar di daerah itu,” paparnya.

Gubernur mengungkap banyak ide-ide Fatepa Unram selaras dengan semangat industrialisasi yang saat ini terus dikembangkan daerah. Dan dia berkeyakinan salah satu bibit pengusaha andal NTB di masa depan adalah lulusan-lulusan yang memiliki kemampuan teknologi pangan.
“STP adalah tempat dimana bibit-bibit pengusaha masa depan itu diinkubasi, harapannya Unram dan STP ini menyatu,” tandasnya. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here